Skip to main content

Semester 7 (1)

Hari ini aku nggak kuliah karena ada 2 rapat bulanan yang wajib diikuti guru. Oia Barusan aku buka whatsapp, lihat group kampus udah masuk ratusan chat,  sepertinya banyak info sekali apalagi hari ini memang banyak yang nggak masuk kuliah karena sakit dan lain halnya,  faktor utamanya karena baru masuk kuliah lagi pasca ujian minggu lalu wk~

Tadi anak-anak lagi bahas seminar,  salah satu matkul disemester tujuh.  Di group mulai rame ngomongin proposal dan judul.  Apalagi dosen kali ini teliti banget masalah absen.  Yahh padahal aku udah niat mau bolos 2 kali lagi wkwk itu pun karena ada perpulangan anak2 dan pelatihan language camp,  repot yah kuliah sambil kerja haha but i enjoy it koq :)

Ngomongin masalah matkul yang satu ini,  2 minggu lagi harus udah ngajuin minimal dua judul.  Aku udah niat mau ambil yang kuantitatif,  berhubung aku ngajar disekolah jadi lebih gampang ngambil datanya. Padahal dulu aku pengen banget ambil kualitatif,  tapi karena harus bedah buku or film yang memakan banyak waktu, tak jadi lah. Apalagi kata dosen metlit,  pak gustaman "setidaknya kamu harus ulang minimal 10 kali buat benar-benar menguasai isinya" wkwk mana punya lah waktu banyak buat nonton or baca itu. Makanya aku pilih kuantitatif ja lah, sekalian ngajar dan praktekin metode yang bakal jadi judulku. Kira-kira nanti begini judulnya "pengaruh metode blabla terhadap kemampuan membaca kelas X di PM. UQI" ahahahy nggak sabar nih mau merasakan euforia semester akhir yang katanya "seru" itu ( yang udah merasakan dilarang protes haha) 

Baru aja niat mau nonton serial drama korea yang judulnya "legend of blue sea" kangennnn udah lama banget nggak nonton, mumpung banyak waktu luang karena anak-anak senin besok udah mulai ujian, ternyata malah banyak PR yah haha.  Oke semangattttt, mulai baca ulang lagi buku metlit dan referensi skripsi yang lainnnn!  Oppa maaf yah aku tak tergoda,  kau bukan prioritas ku!! wkwk *sambil dadahin laptop

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...