Skip to main content

Berawal dari Mata Panda

Mamah : Nda,  kalo tidur jangan malem-malem

Aku : emang kenapa mah?

Mamah : itu matanya sekarang ada garis hitamnya (mata panda maksudnya)

Aku : susah tidur cepet di pondok mah,  ngerjain ini itu dulu

Mamah : terus kamu habis S1 mau ngapain?

Loh koq percakapannya jadi nggak nyambung wkwk. Berawal dari mata panda,  setelah itu ada obrolan malam yang panjang.  Ada harapan yang muncul,  ada target dan keinginan baru yang tergantung,  hidup di mata ku bukan sekedar lulus S1 kemudian menikah,  seperti yang dikatakan temen-temen. alasannya sih karena kebetulan kaka belum nikah dan siapa pula yang mau nikah sama anak bawang macam ku wkwk.  Kalo udah ada yang mau mah langsung ajalah ijab kabul haha *canda

Sebenarnya hidup itu mudah kalo kita nggak punya keinginan ini itu,  cuma tok ibadah aja.  Tapi aku pinginnya hidupku ini bermanfaat buat banyak orang, jadi banyak inginnya.  Ingin mencoba hal ini itu hahah repot lah

Eh anw aku betah,  betah sebetah-betahnya di pondok,  meskipun harus tidur malam dan punya mata panda,  meskipun ketemunya sama gedung bri,  gsg, masjid, kantin dan mobil BL kalo mau ke pasar haha,  ketemu hal-hal tersebut selama hampir 10 tahun, ternyata lama kali ya tinggal di Bogor. 

Meskipun banyak pula temen-temen yang nanya "bosan nggak di pondok?"  Jujur yah aku nggak bosan,  sama sekali nggak bosan.  Malah aku bersyukur bisa terus berada di lingkungan pondok ini.  Di pondok yang udah ngajarin aku banyak hal, terutama tentang agama,  yah walaupun aku nggak sholehah sama sekali wkwk.  Tapi entah kenapa aku mau hijrah dulu sebentar,  ada yang aku ingin benahi dari diri ku sendiri, apa? Kemana?  Rahasia lahh hahah. Tapi kalo sudah selesai aku ingin kembali lagi ke sini,  hati ku yang berbisik kalo aku pergi (bukan menikah ya)  aku mau balik lagi ke sini, entah kenapa, entah berapa lama, Insha Allah. haha namanya juga harapan,  mengkhayal dulu aja lah wkwk doain ya semuanya berjalan dengan baik aaaminnn... yang penting di ridhoi Allah.  Nite all

Comments

Popular posts from this blog

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...

Face it like...? (^.^)9

pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...