Skip to main content

Obrolan malam di kelas

Tadi di kelas aku habis ngobrol masalah jurusan kuliah sama anak-anak (read : kls 9) haha mereka masih polos banget masalah jurusan kuliah dan mau jadi apa nanti.  Tapi ternyata anak-anak sudah banyak yang diarahkan sama orangtuanya untuk ambil jurusan apa,  mereka excited banget dengerin cerita ku tentang perkuliahan sampe pindah duduk ke bawah meja guru hihi.  Aku senang aja bahas hal kaya gini ke anak-anak,  meskipun belum lulus SMP, tapi mereka mudah diarahkan.  Aku bilang sesuatu lebih baik direncanakan biar terarah,  kaya kita mau pergi ke pasar.  Kalo belanja nggak bawa catetan pasti menghabiskan waktu banyak dan nggak jelas beli apanya.  Tapi kalo udah punya catetan, nantinya kan jelas belinya dan nggak buang-buang waktu karna bingung.  Yah meskipun ada aja nyimpang-nyimpangnya wkwk namanya juga cewek *ehh koq jadi bahas belanja. 

Ngomongin masalah kuliah,  beberapa orang tua mereka mengarahkan buat ambil jurusan ke dokteran.  Wahhh bangganya akuu jadi wali kelas mereka wkwk. Aku semangat banget cerita ini itu biar mereka juga semangat gapai cita-cita, karena dari kemarin keluhannya sulit dipelajaran matematika.  Kataku perjalanan mereka masih panjang,  masih ada waktu untuk ngejar semua itu.  Kesempatan, tawaran kuliah dari orang tua jangan disia-siakan. Aku cerita gimana repotnya kuliah ekstensi,  sambil ngajar, sambil bisnis, organisasi,  sambil ngurus anak wkwk mereka ketawa

Mereka itu anak-anak yang rajin,  yang suka bangun jam 3 dan mandi sebelum tahajud,  berebutan hapalan dan jawab soal di papan tulis,  lucu dan polos,  ketakutan kalo dapet salam dari Putra haha. Aku banyak belajar dari mereka untuk jadi rajin,  disiplin,  tekunn ahh mereka bikin aku berdecak kagum terus. sekarang aku nggak banyak marah di kelas karena anak yang nggak ngerjain PR, melanggar dan nggak masuk kelas.
Tapi masih tetap bawel,  bawelin mereka tentang hakikatnya belajar,  belajar itu biar beriman,  bertaqwa dan berakhlaq.  Bukan cuma sekedar nilai,  bukan cuma sekedar dapet tanda tangan di buku hapalan.  Tapi proses belajar nya itu,  bagaimana menghormati guru,  buku dan teman. Tujuannya satu cari Ridho Allah,  belajar ilmu agama biar tau mana perintah dan laranganNya

Aku nggak mau mereka jadi kaya aku,  dalam kasat mata ilmu ku bermanfaat karna aku mengajar. tapi dalam "diri", aku belum merasakan manfaatnya ilmu itu sendiri.  Semoga kelak aku bisa merasakan kemanfaatan ilmu, pun anak-anak didik ku.  Setelah dengerin ceramahku yang panjang mereka ber oooh panjang dan keliatan berfikir keras,  fighting yahhhh!!!

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...