Skip to main content

Aku alergi obat

Semalem aku nggak bisa tidur karna tenggorakan ku sakit dan gatel bgt,  hidungpun tersumbat,  lengkap sudah.  Padahal baru juga minggu lalu izin 2 hari karena alergi obat,  aku jadi males berobat takut malah alergi. Masalahnya Sekarang aku bukan cuma alergi sulfa,  pernah waktu berobat aku udah bilang alergi sulfa,  tapi setelah minum obat reaksi alerginya langsung muncul,  ternyata aku alergi obat itu juga,  apa ya namanya,  susah nyebutnya jadi kalo berobat cuma bilang alergi sulfa wkwk.  Kadang kalo aku ke dokter 24 jam dan bilang alergi sulfa si dokter langsung mengerutkan kening dan nanya ulang alergi apa,  kayanya dia dokter magang deh atau baru denger alergi sulfa hihi.

Oia, dulu waktu kecil setiap kali berobat mamah pasti bilang ke dokter aku alergi,  bahkan sampai memastikan lagi kalo dokter benar-benar tidak meresep obat yang mengandung sulfa.  "Alergi sulfa ya dok" ulang mamah sebelum keluar ruangan. sampe sekarang kalo tau aku alergi lagi,  mamah langsung marah "kenapa nggak bilang alergi sulfa" dari nadanya kelihatan cemas banget.  Padahal kalo alergi reaksinya cuma dari luar aja koq.  Pernah saking penasaran aku googling tentang alergi obat,  apa bahaya banget ya?  Yang aku baca reaksinya cuma mata bengkak,  gatel-gatel dan sesak nafas.  Alhamdulillah aku nggak pernah gatel-gatel , apalagi sampe sesak nafas.

Anw aku nggak punya penyakit yang serius koq,  meskipun dulu kata mamah waktu kecil aku sering bolak-balik rumah sakit dan dirawat. Dewasa ini flu,  batuk,  radang dan maag penyakit-penyakit yang suka lewat tiap tahun.  Dan semuanya itu bisa diatasi,  nggak pernah sampe izin nggak masuk kelas.  Cuma sejak tahun kemarin aja aku kembali alergi obat,  dan kalo sudah alergi obat mataku bakalan bengkak-bengkak atau memar kaya habis ditonjokin wkwkw dan itu pastinya bakal mengundang banyak pertanyaan dari orang-orang yang lihat,  tapi nggak ada rasa sakit apa-apa.  Cuma penampilannya aja yang menyeramkan.  Eh btw sehat itu mahal loh,  kemarin aku berobat sampai ratusan ribu cuma buat ngempesin mata yang bengkak (read:alergi obat)  wkwk, mending buat beli baju kan haha.  makanya jaga kesehatan yaaaa

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...