Skip to main content

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.  April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan  (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusuri jalan sendirian. But, its fine I am alone and usually alone haha :D.
Herankan, kenapa aku mau pergi ke jaktim Cuma untuk ngasih berkas beasiswa jepang yang jauh dari harapan. Satu, faktor nya orang tua, mereka percaya banget aku bisa lulus, memberikan harapan yang berlebihan, walaupun rasanya tertekan banget di gituin -_-. Melihat sekeliling kantor registrasi saja sudah membuat ku ciut, hampir semuanya bermata empat, sipit. Yah cirri-ciri orang pintar lah. Walaupun dengan jengkel aku menuruti perintah mereka, setidak nya mereka senang dan aku sengsara mhheee *bercanda. Beruntung mempunyai orang tua yang mendukung, aku pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan besar itu apalagi ketika membaca pesan dari orang tua ku yang menyanyat hati, orang tua ku benar-benar menaruh harapan besar, oke keep fighting. Sekarang  tinggal berlatih untuk persiapan ujian di bulan mei.
Univ kedua UT, kenapa aku memilih UT walaupun rasa nya ragu. Universitass terbuka bagiku adalah universitas untuk orang-orang yang mandiri dan semangat belajar otodidak dari modul yang ada. Dari sekian kampus bogor yang aku sesuaikan dengan jadwal mengajar, ada beberapa yang menjadi list sasaran. Aku tidak mencari kampus dengan akreditasinya saja tapi juga melihat jam kuliahnya dan yang terpenting adalah apakah kampus itu ter-DIKTI. Ada beberapa kampus yang tidak jauh dari pondok berakreditasi A, tapi setelah di cek di web DIKTI nama kampus itu tidak tertera. Wajar jika aku memilih UT, Yang sudah diakui kementrian Pendidikan dan tidakmenggangu jadwal mengajarku.
Tapi entahlah biar waktu yang menjawab nasib ku, beasiswa jepang itu masih tetap bersarang di otak ku. Sedangkan pemikiran buruk tentang kuliah d UT mulai menghantui ku, aku takut berleha-leha karena harus belajar otodidak, tidak ada pertemuan. Bayangkan saja, apa rasanya kuliah dengan belajar sendirian. Semoga aku salah berasumsi, semoga bisa menjadi mahasiswi yang baik, yang haus akan ilmu.amin
Aku yakin Allah tidak menyianyiakan usaha ku. Masalah mercu buana itu sudah tidak usah di bahas lagi,  walaupun sudah di terima di fakultas Ekonomi, tapi orang tua kurang setuju, ya sudah lah *sambil nyanyi lagu bondan :D haha
Sampai disini dulu nulisnya, beberapa menit lagi bel masuk jam ke 5. Sampai jumpa di hari-hari menakjubkan selanjutnya.

Comments

Popular posts from this blog

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Face it like...? (^.^)9

pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...