Skip to main content

Suatu malam~

Tiara sudah tidak perlu lagi menerka-nerka,  tidak perlu lagi merasa berlebihan,  tidak perlu lagi bertanya-tanya pada dirinya sendiri,  tidak perlu lagi mengkhawatirkan kan hal-hal yang belum terjadi. Semua itu karena yono telah menghubunginya langsung. Untuk pertama kalinya juga tiara berani bertanya dan yono menjawab semua keresahannya dengan hati-hati. Tiara sangat mengapresiasi apa yang yono lakukan untuknya selama ini.

Malam ini tiara kembali membuka laptopnya dan memikirkan apa yang harus dia tulis.menurutnya tulisan bisa mengabadikan tiap momentnya dengan siapapun,  terlebih lagi dengan yono. Seseorang yang telah mengisi ruang hati tiara setelah keluarga dan sahabatnya.

"malam kemarin ada banyak hal yang membuatku lebih bersyukur dari biasanya.  Aku tahu jalan ku masih sangat panjang,  begitu pun yono.  namun segala sesuatu yang ia sampaikan dan jelaskan telah membuat ku semakin bersemangat dan menjadikan dia compitatorku dalam banyak hal.

Skenario hidup bukanlah kuasa kita, siapa sangka teman yang dulu begitu menyenangkan untuk diajak mengobrol dan kemudian berpisah cukup lama karena banyak hal sekarang bertemu lagi,  bahkan jarak telah memihak kita. Aku senang sekali,  tahun depan yono ditugaskan di kota ku. Meskipun aku tahu dia akan sangat sibuk,  begitupun aku. Ini kah skenario Allah yang selama ini kita nanti? Memisahkan untuk merenung dan menyatukan dengan tujuan yang ku harap bisa lebih baik lagi.

Aku berusaha untuk tidak berharap lebih pada mu, yon.  Karena aku tahu manusia adalah makhluk yang rentan sekali mengecewakan.  Semua harapan ini akan selalu ku rapalkan dalam doa dan sujud ku. Jadi,  Kau tidak perlu repot-repot menunjukan dan membuktikan apapun.  Karena aku percaya pada mu, yon. pada setiap komitmen mu.

Tugas kita hanyalah fokus menyelesaikan apa-apa yang belum terselesaikan. Tugas kita hanyalah terus memperbaiki diri dan membahagiakan orang-orang sekitar. Tugas kita adalah menjadi orang yang selalu dapat diandalkan oleh siapapun.

Yon, terimakasih karena telah mengukir hal-hal baik dalam hidup ku, terimakasih atas segalanya~

haruskah ini menjadi postingan terakhir cerita antara yono dan tiara? Karena kami sudah bisa berkomunikasi (lagi) dengan sangat baik

Ku rasa postingan kali ini sudah cukup karena tidak ada kata-kata yang mampu mengungkapkan betapa bersyukur dan bahagianya aku atas semua ini. Selamat malam,  and always have great day ya!  Haha sepertinya yang selalu kau bilang~"

Kemudian tiara menutup laptopnya dan beristirahat dengan perasaan yang paling menenangkan. 

Comments

Popular posts from this blog

Prasangka

Sebelumnya aku pernah bahas tulisan ini  disnapgram kalo nggak salah. Tapi sayang aja kalo nggak di tulis di blog hehe.  Tulisan ini disadur dari snapgram  wirda mansyur yang waktu itu aku baca.  Dia bahas tentang obrloan papahnya dan seorang kerabat. Aku coba tulis ulang semampuku ya... "Pada suatu siang di hari senin ada perkumpulan presiden,  mentri,  ulama dan petinggi-petinggi lainnya. Dipertengahan diskusi mereka,  presiden sebagai tuan rumah mempersilahkan tamunya untuk mencicipi jamuannya. Ulama mengawali jamuannya dengan meminum secangkir teh, kemudian diikuti para tetamu lainnya. Tapi ada seorang mentri yang dengan sopan menolak jamuan di siang hari itu karna sedang puasa sunnah senin kamis.  Lalu apa yang kamu fikirkan?" tanya ust. Yusuf mansyur ke kerabatnya "Loh koq ulamanya gak puasa sunnah?" jawab kerabatnya heran. "tamu yang berada disana pasti juga heran koq ulama nggak puasa sunnah, kalah sama mentri.  Padahal n...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

IBF (Bukan) Dadakan

Karena setiap tahun pasti ke senayan (Baca: Gelora bungKarno) jadi berani protes gini. Sebelumnya saya mau dengar, mana suara temen-temen yangsudah ke bookfair? *Oke-oke cukup :D* Apa keluhan kalian selama disana? *ngegerutu dalam hati -_-*Yap.... sama. saya akan membeberkan keluhan-keluhan kalian yang harga mati banget dan nggak bisa dibantah ^^. kita lihat event apakah itu?  yap... IslamicBook Fair , yang bertemkan  “SaatnyaUmat berkarakter Qurani”. Tapi hal pertama yang menjadi keluhan ketika event yang setiap tahunnya digelar ini adalah “tempat ibadah” nya. U know lah , what imean ?? Kemarin saya ke bookfair, begitu juga di tahun-tahun sebelumnya.Tenda besar berdiri dan dijadikan tempat ibadah “dadakan”. Bagaimana dengan tempat wudhunya? Mirisnya tahun ini tempat wudhu benar-benar tidak “wajar”untuk kaum wanita karena terbuka, right? Jadi sya memilih sholat di musholla dalam GBK  walaupun harus terhimpit.Tahun lalu tempat wudhu tertutup dengan tenda walaup...