Skip to main content

Hati yang benderang~

minggu lalu sebelum rapat bahasa dan menunggu kedatangan yang lain, aku, ozan dan helmi mengobrol banyak dengan ust.falah. selalu senang mengobrol dengan beliau, aura positif, semangat, cerita dan kata-kata yang terlontar selalu bermakna lebih. aku rindu di ajar beliau, disela-sela waktu mengajar atau mengobrol pasti ada cerita yang diselipkan. entahlah berapa banyak mimpi yang beliau punya dan satu persatu mulai diwujudkannya. kata beliau kalau kita punya mimpi harus dideklarasikan, tidak hanya itu tapi juga buat konsekuensinya untuk memperkuat. di sela-sela rapat banyak sekali kalimat yang ku kutip dari tiap ucapan yang beliau lontarkan. salah satunya ini "cari titik temu dari seseorang, jangan titik pisahnya" maksud beliau adalah jangan mudah menilai seseorang hanya karena karakter yang kita tidak sukai darinya. temukan hal yang bisa membangun komunikasi antar sesama niscaya kita yang berorganiasi dan bekerja ini bisa diandalkan dan orang sekitar kita merasa nyaman.

meskipun beliau sudah berada di titik kesuksesan tapi beliau masih terlihat haus akan banyak hal, pengalaman, kontribusi bahkan segala pemikiran tentang pondok beliau rancang dengan baik. katanya "jangan terlena dengan zona nyaman" itu yang beliau buktikan juga. "hidup saya sebenarnya sudah enak, saya ngapain bikin santrinulis, seminar, ikut training, nulis dan repot-repot hal lainnya, padahal bisa saja santai di rumah. tapi saya tidak ingin seperti itu, saya ingin terus mengupgrade diri, improving, bermanfaat buat banyak orang." aku tertampar sekali mendengarnya. sebagai anak muda aku malu karena masih suka santai-santai dan tidak melakukan banyak hal.

begitu pun dengan usth nuril, tiap kali rapat MPO selalu saja memberikan api semangat dan wawasan baru. beliau tidak hanya menasehati tapi juga mencontohkan kami untuk selalu loyal tanpa batas dan bertanggung jawab terhadap amanah apapun. dulu waktu aku santri, beliau lah yang selalu mendukung ku dan tidak pernah mempersulit untuk izin mengikuti kegiatan Kompas Muda di luar pesantren. beliau juga sering mendukung ku dalam banyak hal. di awal tahun pengabdian, aku pernah curhat sampai sesegukan karena ada sedikit gesekan dari kakak kelas dan beliau bersedia mendengarkan dan memberi solusi untuk segala masalah ku.

Tahun 2014, aku disuruhnya mengikuti pelatihan menulis dengan Asma Nadia secara gratis dan dibekali uang saku juga. waktu ulang tahun ku yang ke 22 ust falah dan usth nuril ikut serta membuatkan surprise dengan teman-temanku. waktu itu aku nangis sesegukan karena begitu terharu dan bersyukur, i can't describe the way i felt that night :'(. beliau juga  sempat menanyakan dan menyarankan seseorang dengan perasaannya kepada ku. tapi aku selalu saja merasa masih begitu kecil untuk hal-hal tersebut. beliau juga mensupport aku waktu juakan crinums, bahkan ust menanyakan kenapa crinums off dan menyarankan aku untuk lanjut kuliah sembari jualan crinums lagi. aku nggak bisa menghitung berapa banyak kebaikan-kebaikan yang mereka berikan kepadaku entah itu berupa kesempatan ataupun kepercayaan. kadang aku bingung apa yang harus aku lakukan untuk membalas segala kebaikan dari sepasang suami istri ini. aku hanya terus mencoba memberikan pengabdian terbaik, tapi itu memang sudah menjadi kewajiban ku sebagai pengabdi.

hari rabu kemarin ust falah, usth nuril dan Nada berangkat ke turki, aku senang sekali mendengarnya. rasanya baru bulan februari lalu beliau sempat tanya-tanya harga tiket ke turki ke kaka ku yang kerja di travel dan akhir tahun ini keinginan mereka terkabulkan. mereka berdua adalah salah satu inspirasi ku, mereka adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas mimpi-mimpinya. aku pun sedikit mengetahui beberapa cibiran dan masalah-masalah apa saja yang sempat mereka lalui selama ini. betapa kuatnya ust falah dan sabarnya usth nuril  dalam meloncati setiap kerikil dan bebatuan di sepanjang jalan kehidupan yang mereka lalui. 

aku sebagai murid yang masih saja lalai, tidak membanggakan, belum bisa membalas dan membuktikan mimpi-mimpiku kepada mereka berdua, saat ini hanya bisa mendoakan kebaikan-kebaikan yang telah kuterima. suatu saat nanti kalau aku bisa menerbitkan buku ku, mereka termasuk orang-orang yang berpengaruh dalam pencapaian mimpku, selain keluargaku. bukan karena beliau adalah anak dan menantu pak kyai, tapi karena hatinya yang benderanglah segala macam kebaikan berdatangan. terimakasih guru-guru ku, terimaksih ya Allah telah mempertemukan ku dengan orang-orang hebat yang baik hati. sincerely, murid mu yang tidak membanggakan :"(


kado ini jadi barang favorite di kamar gue

nah ini dia frame nya dan banyak yang nanya beli dimana dan gue gak tau haha
mereka parah banget kan ngajakin ust falah n usth nuril :D

ternyata dikerjain suruh ngeprint ke kantor missi buat nada :"

terharu banget :")
hadiah buku dan dompet waktu ulangtahun ke 21

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...

posisi bayi melintang, plasenta previa, terlilit tali pusat, tapi bisa lahiran normal?

Bismillah, kita mulai aja ya ceritanya, mumpung baby Nala sedang tidur nih hihi. Sebelumnya, apa kabar para pengantin baru, bumil atau siapapun yg baca postingan ini. Sebenarnya ini lebih ke sharing pengalaman sebagai pengantin baru yg kemudian hamil dan melahirkan. Btw, buat kamu yg pengantin baru dan belum dpt momongan jangan khawatir dan terburu-buru pingin cepet punya momongan ya, jrk normal nikah ke hamil itu maksimalnya 1 thn koq, kalo lebih dari itu tpi blm hamil jg baru cek ke dokter ya. jadi inget dlu tiap tgl mens deg2an karna takut haid wkwk, maklum dlu rasanya mau cepet2 aja. apalagi liat temen2 yg nikahnya gak jauh beda sama kita dan lgsg dikasih "titipan" olehNya, dan tiap tahu kalo haid lgsg agak kecewa gitu rasanya, ada yg gini juga ga? Toss kita sama hihihi. Tapi ternyata ketika sudah hamil, hal itu tidak semudah pertanyaan "kapan?" dari orang-orang sekitar, pokoknya selagi belum "dititipkan" nikmatin pacaran berdua dulu sama suami ya...