Skip to main content

Midah turn to 22

Assalamualaikum...

hai, Hamidah. rasanya rindu sekali menulis surat buat mideh haha. bukan nya dulu kita sering banget ya nulis surat kalau ada yang ulang tahun atau marah? aku masih menyimpan surat-surat mu deh, tulisan tangan mu dari tahun ke tahun memang tidak pernah berubah ya. oia ada beberapa kalimat yang aku hapal dari mu. simple tapi manis."seperti madu untuk kupu-kupu, seperti parfum untuk wanita, seperti itulah sahabat seharusnya, selalu ada untuk kita." btw, Happy birth day the one and only my thinker bell who never grows up haha.

waktu cepat sekali berlalu ya? dulu kita dipertemukan di kelas 2 mts. waktu itu aku, kamu dan nyunyun lagi suka sekali membaca novel teenlit, selanjutnya kita bakal seru sendiri bahas novel yang sebenarnya sudah kita baca itu, atau sama-sama pergi ke perpus dan menyembunyikan salah satu bukunya di rak paling ujung untuk dibaca di hari berikutnya, atau cerita tentang film-film yang sebenarnya sudah pernah di tonton. aaaah rindu sekali rasanya dengan masa-masa bahagia yang sesederhana itu, percakapan dan bahasan yang tak pernah bosan untuk diperbincangkan sepanjang hari di kelas.

tapi dewasa ini kenapa kita jarang sekali membahas hal semacam itu lagi ya deh? apa kita terlalu sering mengeluhkan tentang kehidupan yang semakin lama semakin rumit ini? terimakasih midah untuk selalu mendengarkan curhatan teman mu yang pernah merasakan kepayahan di masa remaja nya ini. dan aku sangat siap mendengarkan dan memberi solusi untuk semua sikap dan keputusan mu yang suka berubah-ubah itu haha.

aku rindu deh membaca surat dari mu, aku rindu tiap kata dan ukiran tangan kecilmu diatas kertas yang kemudian kau lipat-lipat itu. betapa zaman dan teknologi telah mengubah semuanya menjadi lebih mudah dan instan tapi tidak  sama sekali melekat dihati. esok ketika kita bertemu, aku ingin memberi mu surat yang mungkin tidak lagi kau kenali tulisan ku karena goresan nya terlalu kaku.

midah, tetaplah seperti ini. tetaplah menjadi sahabat yang ramai jika bertemu dan manis dalam menulis. untuk 10 tahun lebih lamanya persahabatan kita, untuk semua kejengkelan, keegoisan dan sikap norak apapun yang sama-sama kita alami, aku begitu bersyukur karena Allah telah mempertemukan ku denganmu. sekali lagi, happy 22 my dearest friend hamidah

ceritanya mideh yang ultah, aku yang terharu wkwk



waktu masih kecil haha

sudah agak gedean sedikit haha





Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...