Skip to main content

Pabangbon


Rasanya baru kemarin kita jalan-jalan ke Pabangbon waktu ka ami masih hamil muda dan ka jems lagi baper-bapernya lihat pengantin baru sepamer sedunia itu wkwk. sekarang ka ami sudah lahiran ka jems lagi hamil 5 bulanan haha, rasanya masih nggak percaya teman sekamar selama lebih dari 2 tahun itu sudah nikah, hamil, bahkan melahirkan. aku cuma tahu sedikit tentang kisah mereka sampai ke arah yang serius. apalagi ka jems yang nikah dadakan udah kayak tahu bulet haha, sebenarnya nggak dadakan juga sih cuma dianya aja yang jarang cerita, tau-tau kasih kabar ke group pengabdian dengan bahasa formal ala ka jems hihi. intinya dari postingan ini adalah aku mau share beberapa foto waktu di Pabangbon, kesempatan seperti ini akan sulit sekali untuk terulang, apalagi 2 dari kita berlima sudah punya keluarga masing-masing. hanya tersisa  aku, ka sarah dan nina yang bakal kondangan, jalan-jalan atau sekedar refreshing nantinya. pesan nda satu doang gaes, kalian jangan cepat-cepat sold out keq hahaha. and this is our quality time, chekidot...


cie a jems yang waktu itu di kuat-kuatin padahal lagi baper wkwk

bumil ikutan saja

eskpresi ka jems ketika melihat pasutri foto2

pasutri sepamer sedunia hahah

cuma dapet satu foto panorama yang ajib, selebihnya kehujanan ahaha


Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...