Skip to main content

all student special :D

postingan pertama untuk kelas 2 d. mereka sangat lucu, walaupun hanya kelas 1 h tahun kemarin lah yang paling polos. ulahu kembali ceria, aku lega melihatnya. hampir sebulan di kelas 2, dia terlihat murung. jarang bicara dan sangat normal :D. tapi sekarang aku bisa tersenyum lebar. ulahu mulai memain-mainkan jari telunjuk nya ketika berbicara, itu tanda ke"anehan"nya muncul. aku lebih senang melihat keanehannya dari pada ketika ia bersikap normal :D keunikan setiapa anak itu akan selalu jadi cerita.

ketika di kelas, seperti biasa selalu ada pil nasehat baru yang harus mereka telan. kadang aku takut mereka bosan mendengarnya. mari kita putar otak. aku ingin mereka andil dalam bercerita dan semua nya di mulai dari malam ini. "sekarang saya mau kalian tulis kesalahan apa saja yang terus menghantui kalian, kesalahan sekecil maupun sebesar apapun. saya harap kalian akan lega kalau sudah menulis nya atau ada yang mau bercerita pribadi secara langsung?" mimik mereka berubah. "nggak akan nyaman hati kalau kita selalu dihantui perasaan bersalah, mungkin saya bisa bantu solusinya" mereka mulai saling melirik. perlahan aku duduk, sekejap beberapa anak maju ke depan. satu persatu mengakui kesalahan yang terus menghantui mereka.

anak pertama berhasil mengocok perut ku, namun aku menahan tawa :D, dengan polos ia mengakui hal yang terus menghantui nya "kalau ke kantin dan ngantri, aku suka nusuk-nusukin mereka dari belakang pakai jarum pentul usth" rasanya aku ingin guling-guling di kelas waktu itu. aku mengerutkan kening ku "kamu merasa bersalah? berarti nggak usah di ulangin lagi yah" kataku menahan tawa.

tiba-tiba 3 anak muncul, muka mereka merah. "sepertinya ini kesalahan besar " pikirku. "usth kita bertiga pernah" kata salah satu anak dengan terbata. muka mereka semakin memerah >_<. "waktu itu hari kamis, jadwal puasa sunnah tapi kita nggak puasa padahal sebagian teman-teman puasa" suaranya mulai bergetar
"sebelum maghrib kita ke kantin dan nggak balik lagi ke masjid, kita ikut-ikutan buka puasa di depan kamar. waktu itu ada usth yang lewat, beliau nanya kita puasa atau nggak. kita jawab puasa dengan PD nya. muka usthnya langsung berubah senang, kantong plastik di tangan kanannya di kasihkan ke kita. kata beliau "saya punya martabak, saya lagi nggak puasa. kamu makan yah, masih enak koq" kita diem aja usth, karena takut "ayo makan, jangan malu-malu. saya senang dan bersyukur banget kalau kalian makan, apalagi untuk buka puasa begini" sampai plastiknya di bukain usth. kita semakin merasa bersalah aja usth. selama sholat tasbih perasaan jadi nggak enak. akhirnya kita punya inisiatif buat ngeganti kebohongan kita dengan puasa minggu depannya dan mendoakan usthnya supaya dapat rizki banyak dan kejadian itu sudah lama banget waktu kita masih kelas 1"

aku iba, sekaligus ingin tertawa. cara ia bercerita begitu polos dan apa adanya, mata mereka juga berkaca-kaca, sepertinya mereka amat merasa bersalah. aku tersenyum lama "bagus, kalian sudah berani jujur ke saya. sekarang yang jadi masalah adalah korban dari kebohongan kalian. lebih baik kalian jujur ke usthnya minta maaf dan minta ridhonya" muka mereka kembali tegang
"apa harus saya yang memintakan maaf sama beliau" mereka mengangguk mantap

inilah sebagian dari kenakalan anak-anak. akan tetapi di setiap ulah mereka, akan selalu ada hati yang senantiasa merasa bersalah, membisikan kejujuran, walaupun begitu pelan hingga tak terdengar.

nggak akan ada habisnya menceritakan anak-anak ini, tunggu postingan berikutnya yah. stay tune hahah :D

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...