Skip to main content

GADIS DAN CINTA




ini sebuah cerita tentang gadis biasa yang tak mengenal cinta, ia terlihat galak didepan lawan jenismya, ia lebih memilih menutup dirinya dari hati kaum adam, sampai akhirnya ia merasa kekosongan dan hal ini membuatnya membenci pertumbuhan, waktu dan perasaan
ketika banyak orang bertanya tentang perasaan yang sensitif itu...dia tak paham, karna memang sebelumnya tak pernah ada yang terlihat menunjukkan perasaan2 ganjil itu. mungkin memang tidak ada atau lebih tepatnya takut. ia berfikir, tidak ada pemuda yang menyayangi gadis pemarah, tidak ada pemuda yang menyayangi gadis angkuh.
ia terlalu berbahagia dengan teman-temannya hingga ia lupa bahwa perasaan cinta itu akan datang pada setiap gadis dewasa. perasaan itu perlahan-lahan mulai tumbuh dihati teman-temannya, tetapi tidak untuknya. mulailah masa-masa sulit yang ia rasakan, ketika teman-temannya mulai sibuk dengan perasaannya masing-masing. ia mencoba memahami dan mulai menjadi pendengar di setiap cerita-cerita temannya. dari semua kata yang diutarakan temannya, ia menyimpulkan bahwa perasaan itu adalah perasaan  nomor satu didunia melebihi apa-apa.

Comments

Popular posts from this blog

Menulislah dan jangan dulu jatuh cinta!

Saya ingin memaparkan perasaan saya ketika beberapa orang memuji (langsung maupun tidak langsung) tulisan dan semangat saya. pujian itu menjadi tamparan positif bagi saya. saya harus menulis, terus menulis hal yang baik-baik, tidak mengeluh dan manja dalam tulisan. Menebarkan hal positif dan semangat. Pujian itu memacu saya untuk benar-benar menegakan diri demi menulis!! Saya malu, malu karna sempat lengah dan mejadi pecundang yang kehilangan semangat. Melalaikan cita-cita dan melupakan target karena terlalu sibuk dengan perasaan. saya benar-benar jatuh,  menjadi melankolis dan cengeng, itulah kelemahan saya.  Menulislah dan jangan dulu jatuh cinta!!! Karena sejatinya ketika memiliki impian dan cita-cita jangan pernah sibuk dengan diri sendiri, harus bisa menegakan diri!!! Semangaaattt 💪😏 *pamer otot, benerin kerah, pake kacamata, kencengin iket kepala*

Kata

Bagaimana aku menemukan kata, Sedangkan kebisuan menghampiri ranjangku tiap malam. Masuk melalui celah-celah selimut yang telah usang,  yang dibiarkan pemiliknya memeluk kesepian yang haus akan pertemuan. Aku tidak menemukan kata-kata, selain benda-benda berdebu yang tinggal dan daun-daun yang tanggal dari ranting pohon di depan kamar. Setiap hari, tanpa ada pemandangan baru. Seperti seseorang yang duduk di atas bangku panjang berwarna gelap, yang memiliki sepasang mata kecil dan langkah-langkah kaki yang besar. Seakan-akan ia bisa menghentikan waktu, karena kata-kata kemudian bertautan dalam pikiran. Ku harap kita bisa kembali bertemu, Agar ku temukan lagi kata untuk puisiku.

Berjalanlah ke arahNya, maka Dia akan berlari menjemputmu.

Pada akhirnya, hanya ikhlas dan sabar sebagai penguat. Pada akhirnya, engkau belajar apa itu tabah. Pada akhirnya, rencana Tuhan adalah yang terbaik. Sekarang sudahi keluh kesah itu, sudahi cerita yang kau rangkai sendiri, sudahi memaksakan keinginan, sudahi menengok kebelakang, sudahi semuanya!!! Kau hanya perlu menggelar sajadah , lalu ceritakan semuanya pada Tuhan. Mintalah perlindungan dan keridhoanNya atas keinginan dan masa depan yang telah kau rancang hebat. Karena sesungguhnya Tuhan sekalipun tidak pernah berpaling. engkau yang salah arah, melangkah terlalu jauh dan terjatuh. Namun Tuhan tetap melebarkan tangannya, agar engkau bisa kembali dan mengadu, merintih akan kesakitan yang kau ciptakan sendiri. Berjalan lah ke arahNya, maka Dia akan berlari menjemputmu.