Skip to main content

Sabtu Sebelum Hujan

aku tahu dan hanya diam,  aku tahu tapi tak yakin,  dari teman ku yang juga teman mu.  bahkan mereka membisikiku untuk melangkah dan jangan melihat mundur. sedangkan aku tidak tahu cara memulainya,  sedangkan kau hanya menjadi perkara yang masih samar. 

di satu sisi aku ingin seperti ini saja,  disisi lain aku buram,  aku butuh pencerahan. lain lagi aku merasa begitu kecil,  sangat kecil,  mungkin kah kau obat dari luka ku atau luka lama yang telah sembuh?

hingga saat ini aku masih diam. perempuan bisa apa dalam hal perasaan?  laki-laki yang melangkah,  perempuan hanya berdoa di belakangnya.  aku ingin bersabar,  ingin bersabar lagi, terus bersabar walau nyatanya aku selalu terburu-buru dan gegabah. hasrat ingin menjadikan puzzle-puzzle cerita yang ku rangkai menjadi nyata itu selalu ada. namun aku sadar itu bukanlah tugas ku, itu bagian Tuhan.

Harus kah kau ku beri tahu? bahwa nama mu pun terselip di dalam doa ku,  meski aku tak tahu dimana hati ini kan berlabuh. aku berdoa untuk kebaikan mu dan baru-baru ini Allah mengabulkan nya, aku tahu tentang kabar baik itu. selamat.

tapi aku tak ingin membuat mu besar kepala,  tersenyum saja lah dan jangan terlalu bersemangat. aku hanya ingin bersikap adil,  aku hanya terus berusaha untuk tidak menerka-nerka,  aku hanya ingin membebaskan perasaan serta fikiran ku.

aku bertanya pada perasaan, dimana kah ia? ternyata ia masih terkubur dalam kenangan, kamu seakan datang untuk menyelamatkannya.

Aku sadar bahwa yang melewati ku bukanlah takdir ku dan yang ada dihadapan ku belum tentu masa depan ku.  untuk mu yang selalu menjadi abu-abu, aku belum benar-benar bisa memahami maksud mu. meskipun kau tidak ingin aku memahaminya.

ketika kita sudah berada di kota yang sama dan jarak bukan lagi sebuah masalah. kau masih saja diam dan aku mulai menerka-nerka. apakah masih ada waktu diantara kesibukan mu? atau, kau ingin menyia-nyiaan saja kesempatan itu? sedangkan jarum jam terus berputar hingga langkah mu semakin menjauh. meskipun aku tahu,  tujuan mu datang bukanlah untuk hal sesepele itu. semoga kedatanganmu ke kota ku membawa berkah. selamat atas segala pencapaian.

Comments

Popular posts from this blog

Face it like...? (^.^)9

pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...

Masa depan harus cerah

Aku korbankan umur setahunku untuk fokus mengabdi, Saat usia 23 tahun nanti aku baru lulus S1, inginnya melanjutkan langsung ke S2 semoga ada rezeki. ah cita-cita indah sekali jika bisa terwujud. Walau nyatanya setiap harapan sudah ada yang menentukan. Aku bersyukur bisa mengabdi, bahkan aku bersyukur bisa kuliah dengan biaya sendiri, aku bersyukur walaupun duduk di bangku kuliah seminggu sekali. Otak dan tenaga ku terbagi-bagi untuk kuliah, anak didik dan organisasi. Nyatanya pendewasaan terjadi disini, walaupun tak seutuhnya. Setidaknya usaha dan kelelahan mengajarkan kita banyak hal, bersosialisasi dan dimarahi wali santri adalah latihan untuk mental. Banyak hal yang tak terfokuskan, bahkan tulisan terabaikan. Aku yakin setelah lelah ini, Allah telah menyiapkan kejutan. Banyak sekali keinginan ku. Sebelum S1 harus merasakan study exchange keluar negri. Sebelum lulus kuliah harus ada buku yang sudah diselesaikan dan usahakan untuk bisa terbit, lalu membangun rumah baca. Sempat kan...

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...