Skip to main content

puisi

waktu itu masih belajar nulis, minta penilaian dari sahabat....jadilah begini

 
Bersyukurlah!
Apakah pernah, kau merasakan
Ada sesuatu yang membuat dadamu sesak, karna kepedihan dan kesedihan
Atau karna adik kecilmu meminta untuk dibikinkan susu
Tapi kau tak menemukannya dilemari dapur, karena telah habis
Dan tak punya cukup uang untuk membelinya
Lalu kau suguhkan tehhangat yang membuatnya bingung
aku mau susu bukan teh” gertaknya
Adakah rasa ngilu itu dihatimu?
Atau saat kau pulang karna sakit
Sakit yang membuat uang orang tuamu habis karna pengobatan
Lalu kau tak bisa kembali ke asrama karna tak punya cukup uang
Pernahkah kau mengalaminya?
Atau jantungmu berdegup kencang, gemetaran
Setiap kali mendengar namamu dipanggil ke kantor bendahara
Kau rasakankah degupan kencang itu bertalu-talu dironggamu?
Atau saat orang tua mu datang, melihatnya bertambah kurus
Dan hanya membawa sedikit uang
Kau rasakankah kelopak matamu hangat dan menitikkan air mata?
Atau dadamu semakin sesak saat menahan tangis yang tak tertanggungkan
Lalu tangis itu pecah di kamar mandi, dan kau tersedu-sedan dalam diam
Tanpa ada yang tahu, pernahkah kau seperti itu?
Jika tidak, segeralah kau bersyukur!!!
* kata temen....."keren nda!!!", maka'a ini yang paling aku suka
* puisi ini dapet ide'a pas abis baca chicken soup



Sahabat

Sesekali ada yang hilang 
Saat kau tiba-tiba diam 
Dan aku tau, aku merindukan persahabatan ini 
Mana suar cemprengmu? 
Mana tarikkan tangan-tangan kecilmu? 
Mana gaya mencak-mencakmu? 
Tiba-tiba kau sakit 
Aku merasa bukan sahbat yang berati 
Sebab kau menjauh dariku

* waktu lagi berantem sama sahabat, aku kasih puisi ini.....AMPUH!!!! (langsung baikan) hehe...
* klo ada yang mau coba.....izin dulu ya....^_^

Never feel alone
Moment you stranger
I never finding together
You’re silent and i dont hear a word
Your smile never faint
Let alone smile ......face not you show
I am strange......very strange
In place i have been
Be forced into corner place .... empty place not friendly
Look small and not seen
Another not feel present of me
But no matter what happens?
I ignored and effort for calm
Because i never....never feel alone

* puisi pertama yang ditranslet ke b. inggris, ok....yang b. inggris'a mantab koreksi ya!!!^_^

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...