Skip to main content

BE PROACTIVE

Aku lagi di KRL nih habis pulang kuli-ah,  kebetulan dapat tempat duduk *nangis terharu* sepertinya asik kalo bisa berbagi cerita di kelas tadi. Oke,  aku coba share secara gamblang dan simple ya.  Well,  semester ini aku ada matkul academic speaking dan prof menugaskan tiap kelompok untuk mempresentasikan isi buku "the 7 habits of highly effective people" yang sangat populer itu. Kalo kalian jurusan bahasa inggris pasti pernah ditugasin untuk membacanya.

Kalau dilihat dari ketebalan bukunya,  aku juga malassss sekali membukanya selain karena berbahasa inggris juga (parah banget kan buka aja malas -_-).  Tapi matkul ini jadi favorite aku banget,  pembahasan dari buku karya Dr. Stephen R. Covey benar-benar memacu dan memotivasi ku untuk jadi orang yang lebih effectif *pamer otot*,  yaiyalah namanya juga buku motivasi -_-. Karena di kelas baru membahas bab pertamanya saja, jadi yang akan aku share di postingan kali ini adalah habit pertama, yaitu BE PROACTIVE.

Sebelum masuk ke habit yang pertama, buku ini membahas tentang paradigma. apa ya bahasa simplenya??  semacam How we see the world gitu. Ya,  pokoknya cara pandang seseorang terhadap sesuatu. Kalo menurut buku ini cara pandang itu terlahir dari 3 faktor yaitu,  knowledge, desire and skill.  Orang yang sering membaca dan berdiskusi biasanya lebih open minded dan bijaksana,  setuju gak?  Aku sih iyess wkwk karena mereka belajar banyak hal dari itu semua. Lalu desire atau motivasi,  orang yang memiliki keinginan kuat dia gak akan mudah menyerah dan akan memandang sesuatu secara positif. Terakhir skill,  setiap insan pasti terlahir dengan skill.  Entah itu soft skill (read: kemampuan bersosialisasi) ataupun hard skill (read: kemampuan dalam kreatifitas/bekerja). Prof menambahkan, bisa jadi pardigma juga terlahir dari environment/lingkungan, makanya penting banget berbaur dengan positive vibes *kibas kerudung*

Lalu,  bagaimana sih cara agar kita selalu bisa melihat segala "sesuatu" secara positif. Penulis menjelaskan 7 kebiasan yang akan membentuk seseorang untuk menjadi pribadi yang baik.  Because SUCCESFUL PEOPLE IS EFFECTIVE PEOPLE *mari tepuk tangan*

Habit yang pertama yaitu proaktif. Karakter dari orang-orang yang optimis, responsible, open minded,  good listener,  inisiatif, dan nggak mudah mengeluh. Sering kali kita mendengar kalimat "take and give" tapi bagi seorang proaktif kalimat itu berubah menjadi "give and receive". Orang yang proaktif lebih mengedepankan inisiatif,  take action. Karena bagi mereka action is louder than speak, ya gak sih? Ini sih karakteristik pemimpin yang ideal bgt yah? Wkwk yang nggak cuma nyuruh2 dan menyalahkan orang lain. (Btw, kalo ada anak LDK yang baca postingan ini. maafkeun aku bukan pemimpin yg proaktif, syedihhh *ngambil tisu*)

In other side ada lagi istilah reactive people yaitu karakter yang sangat bertolak belakang dari penjelasan sebelumnya. Karakter ini mengarah pada orang-orang yang pesimis,  sering mengeluh,  menyalahkan kondisi, orang lain, bahkan dirinya sendiri,  merasa paling terpuruk dan di dalam fikirannya hal negatif lebih dominan dari pada positif.

Perbedaan sederhana dari 2 karakter yang bisa kita temui di kehidupan sehari-hari adalah tegur sapa,  proactive people akan menyapa atau tersenyum lebih dahulu,  sedangkan reactive people tidak seperti itu (hahaha gue banget sihhh). Proaktif akan selalu punya jalan keluar atau solusi ketika menghadapi masalah sedangkan reaktif hanya akan  stuck di masalah,  lalu mencak-mencak tanpa memikirkan jalan keluarnya. (Koq ini gue juga sih,  mencak-mencaknya doang tapi wkwk)

So,  Kalian mau jadi orang yang seperti apa? 

Sebenarnya mau jadi proactive atau reactive people itu sesimple GOLDEN RULE nya kehidupan sih yaaa, yaitu

"TREAT OTHER PEOPLE LIKE YOU WANT TO BE TREATED OR DON'T TREAT OTHER PEOPLE THE WAY YOU DON'T LIKE TO BE TREATED"

Sooooo,  just BE PROACTIVE ockay??? *pamer otot*

Next,  insya Allah aku posting 6 habits selanjutnya, doain haha.  See yaaaakk, selamat sholat maghrib...

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Face it like...? (^.^)9

pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...