agenda pertama penuh dengan perjuangan. karena ketika acara baru akan dimulai, seorang raksasa datang menghampiri, mengacak-ngacak panggung *alah lebay* u know who i mean??? dialah penghalang segalanya, negri lollipop kecewa, pepohon diatas panggung layu padahal semua peran sudah dipersiapkan, aku termangu *kembali ke kisah nyata* acara yang sudah terdaftar di rundown memang tidak berjalan sesuai dengan rencana. stand dibuka lebih pagi dan acara panggung dimulai siang. memang sudah tidak ada harapan, kecuali mengalah. namun kami tetap teratawa, bukan anak perpustakaan jika tidak ceria (-.-)9 *pamer otot* setiap event memang harus diabadikan, agar selalu terkenang, so check these out ^^
Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...



Comments
Post a Comment