agenda pertama penuh dengan perjuangan. karena ketika acara baru akan dimulai, seorang raksasa datang menghampiri, mengacak-ngacak panggung *alah lebay* u know who i mean??? dialah penghalang segalanya, negri lollipop kecewa, pepohon diatas panggung layu padahal semua peran sudah dipersiapkan, aku termangu *kembali ke kisah nyata* acara yang sudah terdaftar di rundown memang tidak berjalan sesuai dengan rencana. stand dibuka lebih pagi dan acara panggung dimulai siang. memang sudah tidak ada harapan, kecuali mengalah. namun kami tetap teratawa, bukan anak perpustakaan jika tidak ceria (-.-)9 *pamer otot* setiap event memang harus diabadikan, agar selalu terkenang, so check these out ^^
Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...



Comments
Post a Comment