agenda pertama penuh dengan perjuangan. karena ketika acara baru akan dimulai, seorang raksasa datang menghampiri, mengacak-ngacak panggung *alah lebay* u know who i mean??? dialah penghalang segalanya, negri lollipop kecewa, pepohon diatas panggung layu padahal semua peran sudah dipersiapkan, aku termangu *kembali ke kisah nyata* acara yang sudah terdaftar di rundown memang tidak berjalan sesuai dengan rencana. stand dibuka lebih pagi dan acara panggung dimulai siang. memang sudah tidak ada harapan, kecuali mengalah. namun kami tetap teratawa, bukan anak perpustakaan jika tidak ceria (-.-)9 *pamer otot* setiap event memang harus diabadikan, agar selalu terkenang, so check these out ^^
Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul, tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua, udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu, seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah, ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...



Comments
Post a Comment