Skip to main content

Japan ohhh... Japan ^^

Setiap kali lihat foto (baca: album di japan) kaka di fesbuk selalu saja ada yang menggebu, wajar jika iri. jepang adalah salah satu negara yang pengen banget aku kunjungi, bahkan itu terhitung dari aku kecil. berkaca pada ade mamah yang aku sebut teteh, dia tinggal di jepang bertahun-tahun setiap pulang dari negri sakura itu banyak sekali oleh-oleh yang ia bawa. mulai dari coklat yang berkotak-kotak sampai macam-macam mainan unik. waktu kecilpun kalau ditanya apa cita-cita ku, saking bingungnya aku hanya menjawab ingin menjadi wanita karir, kenapa? karna ketika aku ber tanya pada mamah, apa sih pekerjaan aunty, mamah cuma jawab dia wanita karier ^^. menurutku itu sangat keren (y)

selain budaya jepang yang sangat aku suka, otak mereka yang kreatif, penempatan waktu yang tidak pernah sia-sia, aku juga ingin melihat langsung bunga sakura. well, aku cuma bisa berharap bisa lolos Jeneys selanjutnya dan menginjakkan kaki di negri sakura, lalu akan ku posting ceritanya di blog ini, Aaaa.... menyenangkan sekali. student exchange yang penuh pengalaman.
how beautiful japan is? foto-foto di bawah ini berhasil membuatku berteriak-teriak berulang kali -_-



haha Ranselnya nggak ganti-ganti :P





kimono? bukan! ini baju tidur tau ^^

ini nih... hikss sakurraaaaaa






Snow.... ^^


Ini rumah petani loohhhhh....

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...