Skip to main content

Min haitsu laa yahtasib ^_^

Ketika pembelajaran dengan pak djaman, aku sedikit tercengang dan menyipitkan mata. Postur tubuhnya yang tegap dan rahangnya yang kencang menandakan umurnya yang masih muda. Pak djaman adalah salah satu dosen muda dengan gelar S1 dan masih melanjutkan pendidikan masternya. Jika melihat dari umurnya, beliau termasuk orang yang mempunyai motivasi tinggi. Sudah ada 1 buku pengantar pendidikan yang beliau buat dan dijadikan panduan selama 3 bulan di semeter 1 ini. Di setiap pertemuan aku tidak pernah melihat pak djaman membuka bukunya yang bahkan tidak pernah ia keluarkan dari ranselnya. belum lagi cara ia mengajar, sangat bersahabat dan aku kira teman-teman sekelas meni’mati pelajarannya yang dibumbui dengan candaan hangat.

Begitu pula pembelajaran dengan pak slamet yang menggunakan metode ceramah. Di momen ini aku diajarkan untuk lebih peka dengan apa yang beliau sampaikan. Kalau satu momen tertinggal maka hilanglah pengertian dari apa yang disampaikan. Beliau adalah dosen senior yang juga pernah mengajar pak djaman. Jika pak djaman sudah membuat satu buku untuk dijadikan buku panduan, tentunya pak slamet sudah membuat beberapa buku. sekarang ini ia sedang menyelesaikan bukunya yang membahas tentang guru BK.

Berbeda dengan bu julia yang lebih mirip dengan asri welas dan julukan ini bukan dari ku saja, teman-teman sekelas juga memberi julukan itu. Beliau menggunakan metode mencatat lalu menjelaskan. Aku juga tertegun melihat bu julia tanpa bukunya menulis dengan lancar di atas papan tulis dengan istilah-istilah yang jika disebutkan saja sulit dan bisa membuat lidah pegal. Di pembelajaran ilmu alam dasar ini aku seperti masuk dalam acara opera van java di trans 7. Ia mampu mengocok perut teman sekelas dengan penjelasannya yang lucu dan tanpa ekspresi apapun.

Dan pembelajaran terakhir oleh bu syafti dengan harap-harap ingin cepat pulang karena ini adalah pembelajaran akhir sebelum weekend. Lebih berbeda dengan yang lain. Di pembelajran integrated english bu sayfti membagi kita menjadi beberapa kelompok untuk mempresentasikan satu buah judul yang sudah di bagi-bagi. Lalu akan ada sesi pertanyaan dari presentasi tadi yang lebih terasa seperti perdebatan.

Hampir 3 bulan penuh aku bertemu dengan dosen-dosen hebat itu. mulai dari pengalaman yang mereka ceritakan dan metode mengajarnya. Materi yang diajarkan sepertinya penuh dengan persiapan. Tak ada satupun pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Kelas ku termasuk kelas yang aktif, belum lagi beberapa mahasiswa dari kelas terbang ikut berbaur atau guru-guru yang ingin melanjutkan D3-nya ke S1. Pak djaman yang termasuk mudapun bisa menjawab pertanyaan dengan tegas dan santun jika para petua itu bertanya, pak slamet tetap pada argumentnya, bu julia selalu berhasil dengan teorinya dan bu syafti bagaimana pun ia, masih bisa bertahan dengan perdebatan panjang melawan penceloteh aktif berbahasa inggris di kelas ku.

Hingga perdebatan dan kebanggan untuk bisa menjadi seorang PNS dan kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah. betapa profesi guru sedang dielu-elukan oleh banyak orang. jika itu hanya sebuah profesi, apakah mereka memikirkan peran-peran yang harus dimiliki oleh seorang guru.

Hitung-hitungan waktu untuk pendapatan guru dan Mc. jika MC bisa mendapatkan segepok uang dengan hanya berbicara sekitar 1,5 jam lebih. Sedangkan seorang guru jika dihitung perjamnya hanya mendapat 3.500 kurang untuk setiap mata pelajaran yang diajarkan dalam waktu 60 menit keatas. Karena seorang guru itu sejatinya harus mencintai profesinya begitu pula yang pak djaman sampaikan. 

  
Ada satu sisi dimana kita tidak menyadari hal kecil yang malah berdampak besar. Ada satu sisi dimana kita mengetahui keegoisan dan hawa nafsu yang begitu membuncah untuk banyak hal yang kita inginkan. betapa kedamaian rohani tidak sama sekali bisa di beli. Kedamaian rohani untuk bisa berbagi tanpa ada perhitungan balik. Yakin dengan firman Allah “Min haitsu laa yahtasib ^_^

Comments

Popular posts from this blog

Prasangka

Sebelumnya aku pernah bahas tulisan ini  disnapgram kalo nggak salah. Tapi sayang aja kalo nggak di tulis di blog hehe.  Tulisan ini disadur dari snapgram  wirda mansyur yang waktu itu aku baca.  Dia bahas tentang obrloan papahnya dan seorang kerabat. Aku coba tulis ulang semampuku ya... "Pada suatu siang di hari senin ada perkumpulan presiden,  mentri,  ulama dan petinggi-petinggi lainnya. Dipertengahan diskusi mereka,  presiden sebagai tuan rumah mempersilahkan tamunya untuk mencicipi jamuannya. Ulama mengawali jamuannya dengan meminum secangkir teh, kemudian diikuti para tetamu lainnya. Tapi ada seorang mentri yang dengan sopan menolak jamuan di siang hari itu karna sedang puasa sunnah senin kamis.  Lalu apa yang kamu fikirkan?" tanya ust. Yusuf mansyur ke kerabatnya "Loh koq ulamanya gak puasa sunnah?" jawab kerabatnya heran. "tamu yang berada disana pasti juga heran koq ulama nggak puasa sunnah, kalah sama mentri.  Padahal n...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

IBF (Bukan) Dadakan

Karena setiap tahun pasti ke senayan (Baca: Gelora bungKarno) jadi berani protes gini. Sebelumnya saya mau dengar, mana suara temen-temen yangsudah ke bookfair? *Oke-oke cukup :D* Apa keluhan kalian selama disana? *ngegerutu dalam hati -_-*Yap.... sama. saya akan membeberkan keluhan-keluhan kalian yang harga mati banget dan nggak bisa dibantah ^^. kita lihat event apakah itu?  yap... IslamicBook Fair , yang bertemkan  “SaatnyaUmat berkarakter Qurani”. Tapi hal pertama yang menjadi keluhan ketika event yang setiap tahunnya digelar ini adalah “tempat ibadah” nya. U know lah , what imean ?? Kemarin saya ke bookfair, begitu juga di tahun-tahun sebelumnya.Tenda besar berdiri dan dijadikan tempat ibadah “dadakan”. Bagaimana dengan tempat wudhunya? Mirisnya tahun ini tempat wudhu benar-benar tidak “wajar”untuk kaum wanita karena terbuka, right? Jadi sya memilih sholat di musholla dalam GBK  walaupun harus terhimpit.Tahun lalu tempat wudhu tertutup dengan tenda walaup...