Skip to main content

Nite To Remember #Part 2

setiap kata yang kau tuliskan selalu membuatku tersenyum entah itu karena kekonyolanmu atau sikap-sikap yang kamu tidak ingin tunjukan kepada ku secara langsung. awalnya aku paham dan mengabaikan hal itu agar kita masih saling berbagi. aku nyaman dengan cerita-cerita mu, aku kagum dengan wawasan mu yang tak pernah ku duga sebelumnya. seorang konyol seperti mu mampu membuat ku be-rooh lama untuk suatu hal yang belum aku ketahui sama sekali. kamu cerdas untuk meluluhkan hati dengan gurauan yang berisi, sama sekali tidak menggurui.

tapi aku mulai merasakan keganjalan dalam kenyamanan ini. kenapa kita harus saling mengetahui dan menyadari hal ini begitu cepat? padahal persahabatan kita baru terjalin. menurutku semua ini sudah tidak bisa diperbaiki, bagaimana pun caranya, bagaimanapun usahanya untuk membuat komunikasi ini terjalin lagi. selalu ada hal yang tiba-tiba membuat kita tercekat, ada tawa yang tiba-tiba terhenti ada sesuatu yang membatasi semua ini. aku menyesal, mengapa dulu aku mengirimimu sms tentang buah-buahan yang kemudian kau respon dengan jawaban yang membuatku meleleh. mengapa selalu ada kata terima kasih disetiap pesan yang kau kirimkan.

mungkin kamu berfikir aku egois untuk membuat keputusan dan melangkah mundur kala itu. aku hanya tak ingin terlihat rapuh di depan mu, aku takut di pertengahan obrolan-obrolan panjang pada malam dimana kita masih berkomunikasi lalu aku tidak bisa menahan apa-apa yang sudah menjadi penyanggah ku selama ini. aku hanya ingin terus berpura-pura dan melupakan hal bodoh yang membuat ku merasa lemah. bahkan aku payah ketika kita benar-benar tidak berkomunikasi lagi dan mengetahui pengakuan besarmu.

ketika ku ketikan sapaan yang sok ceria dan kau mengabaikannya, itu cukup menjadi pelajaran untuk ku. kita memang membutuhkan waktu untuk terus menetralisir perasaan yang memang tidak layak diungkapkan. aku hanya terdiam memandangi layar laptop menunggu balasan mu, yang ku tahu hatiku sangat perih kala itu. kekosongan itu begitu terasa, namun aku harus pintar mengisi kembali kekosongan yang ada dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dari pada hanya sekedar mendengarkan musik dan melamun panjang. aku memilih untuk lebih banyak menulis dan membaca buku-buku.

sejak saat itu aku jarang sekali membawa hp, sekalipun untuk berpergian. Namun pada suatu malam,  satu pesan masuk. aku tersenyum ketika tahu nomor siapa yang muncul di layar hp,  senyum ku semakin mengembang saat membaca kalimat yang kau kirim malam itu "mutiara tetaplah mutiara, kapanpun dan dimana pun keadaan dan tempatnya karena kamu begitu berharga. tetap jadi mutiara yah" sms itu menjadi sapaan awalmu ketika jarak kita semakin jauh, mungkin lebih jauh dari sekedar jarak antara kota ku dan kota mu.

Comments

Popular posts from this blog

Prasangka

Sebelumnya aku pernah bahas tulisan ini  disnapgram kalo nggak salah. Tapi sayang aja kalo nggak di tulis di blog hehe.  Tulisan ini disadur dari snapgram  wirda mansyur yang waktu itu aku baca.  Dia bahas tentang obrloan papahnya dan seorang kerabat. Aku coba tulis ulang semampuku ya... "Pada suatu siang di hari senin ada perkumpulan presiden,  mentri,  ulama dan petinggi-petinggi lainnya. Dipertengahan diskusi mereka,  presiden sebagai tuan rumah mempersilahkan tamunya untuk mencicipi jamuannya. Ulama mengawali jamuannya dengan meminum secangkir teh, kemudian diikuti para tetamu lainnya. Tapi ada seorang mentri yang dengan sopan menolak jamuan di siang hari itu karna sedang puasa sunnah senin kamis.  Lalu apa yang kamu fikirkan?" tanya ust. Yusuf mansyur ke kerabatnya "Loh koq ulamanya gak puasa sunnah?" jawab kerabatnya heran. "tamu yang berada disana pasti juga heran koq ulama nggak puasa sunnah, kalah sama mentri.  Padahal n...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

IBF (Bukan) Dadakan

Karena setiap tahun pasti ke senayan (Baca: Gelora bungKarno) jadi berani protes gini. Sebelumnya saya mau dengar, mana suara temen-temen yangsudah ke bookfair? *Oke-oke cukup :D* Apa keluhan kalian selama disana? *ngegerutu dalam hati -_-*Yap.... sama. saya akan membeberkan keluhan-keluhan kalian yang harga mati banget dan nggak bisa dibantah ^^. kita lihat event apakah itu?  yap... IslamicBook Fair , yang bertemkan  “SaatnyaUmat berkarakter Qurani”. Tapi hal pertama yang menjadi keluhan ketika event yang setiap tahunnya digelar ini adalah “tempat ibadah” nya. U know lah , what imean ?? Kemarin saya ke bookfair, begitu juga di tahun-tahun sebelumnya.Tenda besar berdiri dan dijadikan tempat ibadah “dadakan”. Bagaimana dengan tempat wudhunya? Mirisnya tahun ini tempat wudhu benar-benar tidak “wajar”untuk kaum wanita karena terbuka, right? Jadi sya memilih sholat di musholla dalam GBK  walaupun harus terhimpit.Tahun lalu tempat wudhu tertutup dengan tenda walaup...