Skip to main content

Peri O:)

Aku sangat bersyukur karna Tuhan telah mempertemukan ku dengan peri kecil. Peri kecil pemilik tongkat ajaib, yang selalu mengabulkan segala permintaan. Sayap-sayap mungilnya membuat iri setiap pandangan. Suatu saat aku memintanya menjadi bunga matahari, maka ia berubah menjadi bunga itu. Bunga yang cepat mekar dan sangat indah, terlalu mempesona tepatnya. Ia lupa untuk menjadi dirinya lagi karna telah terpana oleh setiap sanjungan yang terucap dari semua orang.
Sekarang aku ingin ia kembali menjadi peri kecil walaupun tanpa tongkat ajaib. Asal kau tau, darinya kutemukan arti persahabatan dengan bibir yang terkatup dan kata-kata manis yang ia tulis untukku. Tapi kini bunga kuning itu keras kepala, ia berceloteh sepanjang hari, ini membuatku kesal. Sepertinya ia tak tau bahwa aku sangat merindukannya. Aku merindukannya sebagai peri kecil bukan bunga matahari keras kepala itu.
Apakah ada cara untuk mengubahnya kembali. Aku rindu peri kecilku dangan madu-madu yang kami ciptakan dari setiap kata. Berikanlah madu itu lagi walau hanya setetes karna aku tak membutuhkan suara mencak-mencak mu. Ku mohon bagaimana pun caranya agar aku bisa mengubahmu kembali dan tak akan pernah da lagi pemintaan macam-macam untuk tongkat ajaibmu atau pembocoran rahasia tentang pemuda itu. Sunngguh aku tak memerlukan tongkat ajaibmu. Aku hanya ingin kau kembali dan tetap menjadi peri kecilku.
Seterusnya kau hanya menjadi peri kecil dan aku tongkat ajaib yang akan mengabulkan segala permintaanmu, walaupun aku tak sesempurna tongkatmu. Tetaplah menjadi peri kecilku yang tak acuh, banyak diam atau jadi apa yang kau inginkan. Peri kecil yaitu sahabat, maukah kau peri?

Comments

Popular posts from this blog

Laki-laki dan Perempuan

Sebelumnya,  perkenalkan aku melinda belum menikah dan masih muda.  Sengaja ditambahkan kata muda agar dibilang wajar belum menikah wkwk. Di postingan kali ini aku ingin sedikit berpendapat dan memberi gambaran tentang beberapa perbedaan karakter antara laki-laki dan perempuan dalam menjalin hubungan. Tulisan ini aku anggap penting karena menyangkut keresahan perempuan-perempuan di sekitar ku. Entah itu yang curhat secara langsung ataupun dari segala macam bentuk kode mereka di sosmed wkwk. Kalau ada pendapat yang kurang berkenan,  silahkan berdiskusi di kolom komentar *nyapuin kolom komen* Aku meyakini bahwasannya dalam suatu hubungan tidak ada pasangan yang ingin saling menyakiti,  jikapun ada berarti dia sakit jiwa.  Hilang tanpa kabar dan selingkuh itu termasuk menyakiti bukan? Tapi entahlah itu termasuk sakit jiwa nomor berapa. aku belum menemukan teorinya di novel-novel andrea hirata,  satu-satunya penulis yang menyusun urutan nomor sakit jiwa~ ...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...

posisi bayi melintang, plasenta previa, terlilit tali pusat, tapi bisa lahiran normal?

Bismillah, kita mulai aja ya ceritanya, mumpung baby Nala sedang tidur nih hihi. Sebelumnya, apa kabar para pengantin baru, bumil atau siapapun yg baca postingan ini. Sebenarnya ini lebih ke sharing pengalaman sebagai pengantin baru yg kemudian hamil dan melahirkan. Btw, buat kamu yg pengantin baru dan belum dpt momongan jangan khawatir dan terburu-buru pingin cepet punya momongan ya, jrk normal nikah ke hamil itu maksimalnya 1 thn koq, kalo lebih dari itu tpi blm hamil jg baru cek ke dokter ya. jadi inget dlu tiap tgl mens deg2an karna takut haid wkwk, maklum dlu rasanya mau cepet2 aja. apalagi liat temen2 yg nikahnya gak jauh beda sama kita dan lgsg dikasih "titipan" olehNya, dan tiap tahu kalo haid lgsg agak kecewa gitu rasanya, ada yg gini juga ga? Toss kita sama hihihi. Tapi ternyata ketika sudah hamil, hal itu tidak semudah pertanyaan "kapan?" dari orang-orang sekitar, pokoknya selagi belum "dititipkan" nikmatin pacaran berdua dulu sama suami ya...