Saya ingin memaparkan perasaan saya ketika beberapa orang memuji (langsung maupun tidak langsung) tulisan dan semangat saya. pujian itu menjadi tamparan positif bagi saya. saya harus menulis, terus menulis hal yang baik-baik, tidak mengeluh dan manja dalam tulisan. Menebarkan hal positif dan semangat. Pujian itu memacu saya untuk benar-benar menegakan diri demi menulis!! Saya malu, malu karna sempat lengah dan mejadi pecundang yang kehilangan semangat. Melalaikan cita-cita dan melupakan target karena terlalu sibuk dengan perasaan. saya benar-benar jatuh, menjadi melankolis dan cengeng, itulah kelemahan saya. Menulislah dan jangan dulu jatuh cinta!!! Karena sejatinya ketika memiliki impian dan cita-cita jangan pernah sibuk dengan diri sendiri, harus bisa menegakan diri!!! Semangaaattt *pamer otot, benerin kerah, pake kacamata, kencengin iket kepala*
Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...
Comments
Post a Comment