Bagaimana aku menemukan kata,
Sedangkan kebisuan menghampiri ranjangku tiap malam.
Masuk melalui celah-celah selimut yang telah usang, yang dibiarkan pemiliknya memeluk kesepian yang haus akan pertemuan.
Aku tidak menemukan kata-kata, selain benda-benda berdebu yang tinggal dan daun-daun yang tanggal dari ranting pohon di depan kamar.
Setiap hari, tanpa ada pemandangan baru.
Seperti seseorang yang duduk di atas bangku panjang berwarna gelap,
yang memiliki sepasang mata kecil dan langkah-langkah kaki yang besar. Seakan-akan ia bisa menghentikan waktu, karena kata-kata kemudian bertautan dalam pikiran.
Ku harap kita bisa kembali bertemu,
Agar ku temukan lagi kata untuk puisiku.
temen-temen beda banget, mulai dari postur tubuh sampe gaya-gayanya :D. beda yah anak kuliah, mukanya udah nggak mulus-mulus lagi, mungkin terkena polusi udara :D. cara biacaranya juga beda, kayak ada yang tertahan di tenggorokan gitu "elo apa kabargg mellgg" haha setiap kata akhir terdengar seperti huruf G -_-". tapi jujur mereka lebih terlihat kurus dari 2 tahun yang lalu, nggak ada lagi pipi chubby. begitu juga aku, banyak yang bilang terlihat kurusan haha :D asiieekkk so chekidot .... ku tumbuh dewasa :D
Comments
Post a Comment