Skip to main content

Posts

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Kata

Bagaimana aku menemukan kata, Sedangkan kebisuan menghampiri ranjangku tiap malam. Masuk melalui celah-celah selimut yang telah usang,  yang dibiarkan pemiliknya memeluk kesepian yang haus akan pertemuan. Aku tidak menemukan kata-kata, selain benda-benda berdebu yang tinggal dan daun-daun yang tanggal dari ranting pohon di depan kamar. Setiap hari, tanpa ada pemandangan baru. Seperti seseorang yang duduk di atas bangku panjang berwarna gelap, yang memiliki sepasang mata kecil dan langkah-langkah kaki yang besar. Seakan-akan ia bisa menghentikan waktu, karena kata-kata kemudian bertautan dalam pikiran. Ku harap kita bisa kembali bertemu, Agar ku temukan lagi kata untuk puisiku.

Dapatkah kau rasakan?

Di antara kantuk dan sepertiga malam Di antara waktu adzan dan iqomah Di antara sujud dan tahiyat akhir Di antara senja di waktu mustajab Di antara berkahnya rintik dan derasnya hujan Di antara ayat-ayat suci yang ku lantunkan Di antara kerongkongan yang kering dan doa berbuka Di antara itu aku menengadahkan tangan Mengirimkan surat terindah, obat untuk segala rintihan kesabaran Angin menerpa dan membawanya menuju langit timur tempat kau berada Dapatkah kau rasakan? Sayup-sayup ku sebut namamu lirih melebihi kebisuan Padahal hati meneriaki kesengsaraan akan kerinduan Dapatkah kau merasakannya?

Budaya yang nggak baik

Awalnya aku tipikal orang yang cuek, nggak peduli, dan nggak paberan sama persepsi dan prespektif orang lain. makanya aku jarang banget tersinggung buat hal-hal yang semacam itu. Tapi lambat laun aku juga bisa menilai mana orang-orang yang benar-benar peduli,  kepo,  dan suka nyinyir. Bertahun-tahun aku cuma dengerin dan kadang ikut menanggapi tanggapan orang-orang tersebut ketika seorang teman,  kaka kelas atau adik kelas yang berubah keadaannya karena suatu pilihan hidup. Nah hal yang kayak gini yang nggak bisa dibiarin aja. Setahun yang lalu aku pernah posting cerita tentang kaka kelas yang dianggap oleh beberapa orang membuang-buang waktu/uang karena mengulang kuliah lagi,  kamu bisa baca di postingan tahun 2017 "pintar-pintar lah berpersepsi" judulnya. Oia btw kemarin, setelah tau ada beberapa orang yang talk behind my back . aku jadi sedikit frontal dengan update satus wa yang isinya nggak suka sama orang yang ikut komentar dan cerita-cerita tentang pilihan hi...

Review Film Bad Genius

Nggak kerasa ya sekarang ngabuburit terakhir di tahun ini,  sambil menunggu buka puasa aku mau review film Thailand yang sudah tayang tahun 2017 lalu,  tapi keknya masih banyak yang belum nonton deh.  Judulnya Bad genius. Well guys,  enjoy my review yak... Namanya Lyn. Ayahnya yang seorang guru,  meskipun memiliki gaji yang pas-pasan rela mindahin dia ke sekolah yang lebih bagus dan pastinya lebih mahal supaya si l yn ini bisa meneruskan pendidikan selanjutnya keluar negri. Dari scene awalnya saja kamu yang menonton akan bedecak kagum melihat kepiawan lyn saat menghitung berapa puluh juta uang ayahnya yang akan dikeluarkan untuk membiayainya selama sekolah di tempat barunya. Sang kepala sekolah yang pastinya sudah mencium kejeniusan anak ini dari pola berfikir dan cara bicaranya langsung menawarkan lyn beasiswa. Tapi,  berawal dari pindah ke sekolah yang "Bagus" ini lah boomerang datang silih berganti untuk ayah lyn yang fahterable dan sangat penyabar ini...

Terima Kasih Udo :)

"Crinums" Berprinsip,  satu kata yang berkesan dari dirimu Percaya diri, satu hal yang aku paling banyak belajar tentangmu Semangat dan teguh pada pendirian merupakan perhiasan yang tidak banyak orang miliki dewasa ini Bagiku kamu pribadi yang semangat dan terus menginspirasi,  setidaknya itu beberapa kata yang bisa menghadirkanmu dalam deskripsi Tetap tersenyum,  waktu tak mampu meredupkan sinarmu Tetaplah menjadi crinum bagi mereka anak anakmu, bagaimanapun dari mereka orang orang membanggakan akan terbentuk.. Tetap jadi diri sendiri,  bahagia dan menginspirasi.. Selalu jadi sahabat yang baik bagi banyak orang.. Dan semoga apapun yang sedang kamu usahakan tercapai..  Stay gold dan berkah umur.. Selamat Ulang Tahun Permata

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...