Di antara kantuk dan sepertiga malam
Di antara waktu adzan dan iqomah
Di antara sujud dan tahiyat akhir
Di antara senja di waktu mustajab
Di antara berkahnya rintik dan derasnya hujan
Di antara ayat-ayat suci yang ku lantunkan
Di antara kerongkongan yang kering dan doa berbuka
Di antara itu aku menengadahkan tangan
Mengirimkan surat terindah, obat untuk segala rintihan kesabaran
Angin menerpa dan membawanya menuju langit timur tempat kau berada
Dapatkah kau rasakan?
Sayup-sayup ku sebut namamu lirih melebihi kebisuan
Padahal hati meneriaki kesengsaraan akan kerinduan
Dapatkah kau merasakannya?
pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...
Comments
Post a Comment