Skip to main content

Belajar dari seekor kucing (2)

Sekitar 2/3 minggu yang lalu,  aku nemu kucing ini di belakang pintu kamar mandi.  Karna aku gak bisa ngegendong kucing atau apalah ya namanya jadi lah aku cuma ngehus-husin dia ke arah luar wkwkw. Tapi dia gak bisa keluar karna kukunya tersangkut dipintu kamar mandi yang udah berkarat.  diluar kamar mandi ada si ibu kucing yang lagi nyusuin 2 anaknya,  tapi dia diem aja padahal si anak kucing yang di dalam kamar mandi udah "teriak2" sampe bikin aku bingung harus ngapain,  kasian tapi gak berani mindahin takut kekencengan megangnya wkwk (soalnya keliatannya dia baru lahir beberapa hari gitu)

Kebetulan ada anak santri lewat,  aku minta tolong dia buat mindahin si anak kucing ini ke ibunya. Tapi pas si santri nyerahin anak kucing ini,  ibunya malah kaya ketakutan dan lari pergi gitu aja diikuti sama anak-anaknya yg lain,  jelas-jelas itu anaknya,  warna bulunya juga sama.  Aku jadi inget kata seorang teman "kalo anak kucing yang baru lahir dipegang sama manusia,  si ibunya gak bakal mau nyusuin karna dia udah bau manusia"
Nah aku jadi merasa bersalah kan karna udah nyuruh anak santri mindahin kucing (read: megang) -_-

Berhari-hari tuh anak kucing nangis (menurut aku haha)  tapi dikasih ikan gak mau (yaiyalah masih bayik), dikasih susu juga gak mau. Akhirnya beberapa hari kemudian dia mulai jarang meong-meog lagi. Yang bikin terharu sekarang dia udah bisa jalan lancar,  lari-lari kecil cari makanan sendiri disekitar kamar,  gak kaya awal ketemu di kmr mandi dia masih susah jalan dan kecil banget.
GILAAKKK, ANAK KUCING AJA YANG SEBATANGKARA BISA SURVIVE,  MASA LO KAGAK!!! Makasih ya cing udah ngajarin aku wkwk 😂😂😂

Comments

Popular posts from this blog

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...