Kau bilang kau saja yang berperan
Lantas aku, kau suruh diam
Ini cerita kita, bukan hanya kamu pun aku saja
Sabarku dalam nestapa
Kebisuanku akan gaya
hanya berputar pada lingkaran yang tak ada ujungnya
Janjimu yang dilema, membuatku menerka-nerka
Kapan giliranku berperan?
Mengisi cerita sampai aku dan kamu menjadi kita.
Sekarang aku ingin bisu saja
Menunggumu tanpa bertanya-tanya
Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul, tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua, udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu, seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah, ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...
Comments
Post a Comment