Skip to main content

World of Wonders

World of Wonders, tempat wisata ini dekat sekali dengan rumah ku. hanya sekitar 15 menit saja dari rumah untuk bisa  sampai ke tempat bermain ini. world of wonders citra raya memang belum sebesar dufan. tapi dengan 17 wahana permainan sudah cukup membuat aku puas main seharian di sana. belum lagi ada 7 parodi keajaiban dunia yang bisa kamu abadikan, nice pic (y). tempatnya yang strategis karena bersebrangan dengan water park citra, membuat banyak sekali pengunjung yang datang. oke ini hasil jepretan selama di area world of wonders.

Menara Pisa


Borobudur


Rumah Hantu T.T


Food Court :9
oia, di world of wonders dilarang membawa makanan, jadi di sediain  food court di ujung taman. dari food court kamu bisa liat pemandangan danau dan panggung yang penyanyi nya itu ternyata seorang Banci. but two tumbs for him or her -_- suara nya awasome banget (y), dan selera musiknya juga oke. yang aku denger dia nyanyiin jar of heart dan beberapa lagunya avenged sevenfold, salah satunya dear God lagu yang aku suka (y).

nah ini sebelahnya, water word

banyak patung Purba


Tornado
tornadonya memang enggak sebesar yang di dufan, tapi cukup bikin spot jantung juga. dan untuk permainan ini cuma berani nyoba sekali, payah~.

Bombom Car
aku bukan ahlinya main bombom car, nabrak depan belakang, permainannya jadi enggak seru.

berasa di Mesir

Petualangan di rumah hantu
Masuk ke rumah hantu ini sampai 2 kali dan ini permintaan si kecil loh -_-Pfftt~. untungnya ada abang, jadi enggak terlalu parno juga :D

Benteng Cina

itu tengahnya menara eiffel

Rumah kaca
guys, tau gak? rumah kacanya panas banget. tapi serius rumah kacanya bentuk piramida dan gak besar, jadi kalau kita masuk gak bikin pusing kok :)

Jembatan merah ini persis banget sama yang di KRB

Lampu lampion
Nah kalau untuk lampu lampion, hanya ada malam hari ( yaiyalah -_-) pokoknya keren banget, semacam taman yang penuh dengan hiasan lampu, pokoknya sweet banget.

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...