Skip to main content

6 Des 12



hei apa kabar? 

Di pondok lagi ujian, aku jadi kangen sama teman-teman. Kangen hapalan bareng, kamu tau kan gimana indah nya belajar hingga larut malam? Biasanya kalau sudah larut santri pada sholat hajat dan makin rajin ke masjid. Aku kangen banget sama masa itu. Apalagi sekarang aku jadi penguji lisan arab. Gak kerasa deh dulu aku yang deg-deg an sekarang sudah jadi penguji. Aku kalau nguji bawel banget, kalau ada yang gak bisa pasti aku cerewet dan bilang “hapalkan, pahami, dan praktekan” aku gemes banget sama mereka gak bisa jawab pertanyaan yang cukup mudah dan itu yang menyebabkan group ku selalu selesai terakhir. Wah bisa-bisa setelah ujian di cap guru killer :O

Oia, aku sekarang punya hobby baru loh melintirin kerudung (baca: Hijab Style). Yah walaupun malah banyak yang modus banget, dengan mudah nya bilang cantik. Kalau menurut aku itu kurang sopan, apalagi kalau orang itu gak deket sama kita *kok jadi ngelantur gini ngomong nya.    Bagaimana kamu mengisi waktu mu? Itu salah satu kegiatan baru kalau aku lagi bosen, aku juga masih siaran walaupun gak setiap hari. Sekarang aku jarang ketemu anak-anak, soalnya aku jarang ke kelas malem, masih ngitung uang ppsb, jujur aku kangen banget sama mereka. Tapi ada bebrapa yang masih suka ke kamar buat sms, walaupum aku marahin karna mereka gak bawa buku.

Beberapa hari lalu aku di telepon sama bapak, pastinya ngomongin masalah apa rencana aku tahun depan, bodoh nya aku gak yakin lagi sama jawabanku. Aku pengen cepet kuliah, ngerasain jadi seutuhnya mahasiswi dengan kegiatan kampus, di sisi lain aku nyaman disini. Bagaiamana menurut mu?
Aku ngerasa bukan seperti Melinda yang dulu, semuanya kayak bullshit banget, resolusi yang pernah aku cerita sebelumnya. Kayaknya itu Cuma mimpi belaka, aku gak tau kenapa aku jadi ngerasa hilang arah begini. Mau nangis juga malu sama yang lain, nanti dikira lagi patah hati -___-

Tapi entah kenapa pas liat album fb temen dengan  kegiatan kkm yang pernah kamu bilang itu, aku jadi semangat lagi. Intinya mimpi aku sekarang “ bagaiamana pun caranya tahun depan harus kuliah dan seutuhnya jadi mahasiswi tanpa membebani orang tua” aku keras kepala banget yah???
Aku nulis ini sekarang, tapi aku gak seyakin dulu untuk bisa mengapai apa yang aku mau. Entah besok ada hal-hal yang datang dan mematahkan semangatku lagi, sekarang aku ngerasa jadi kerupuk yang melempem, payah banget kan?

Haha aku bawel banget yah? Gimana hari-hari mu sekarang? Pastinya sudah mulai sibuk untuk pesiapan UAS yah? Aku Cuma bisa bilang God Bless U, semoga kamu bisa jadi apa yang kamu ingin kan. Kuliah yang rajin, harusnya kamu lebih bersyukur karena bisa langsung kuliah. Ockay? ^^ *nunjukin tampang tua.

Kita masih tetep temen baik kan?

Comments

Popular posts from this blog

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Face it like...? (^.^)9

pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...