Skip to main content

Last friday night

Sekitar seminggu yang lalu aku baca postingan lama seseorang ditahun 2016, ia menceritakan tentang pertemanan kami (mungkin) atau hanya aku saja yang merasa berlebihan wkwkw. Well,  aku juga harus nulis ini sepertinya sebagaimana tulisannya yang sudah aku baca haha. Saya terkesan sekali,  bahwasanya di bumi ini masih ada laki-laki yang kagum dan hanya diam.  Setahu ku lelaki itu mencari, modus, ninggalin/nikahin wkwk,  bukan begitu?  Perempuan hanya menunggu,  perempuan hanya objek yang bisa menerima atau menolak.

Meski dewasa ini segala sesuatu terlihat lebih realistis,  tapi jujur aku tersanjung dengan sikapnya. Seperti katanya kita nggak pernah tau akan berdampingan dengan siapa kelak,  tapi caranya ini bisa menjadi cerita yang manis untuk dikenang.  Aku,  perasaan ku mungkin sudah lelah karena kisah lama yang gak perlu aku ceritakan. Sekarang semuanya sudah ku pasrahkan, karena aku percaya dengan kalimat ini "woman's heart should be so hidden in Allah so that a man should have to seek Him first to find her". Jadi buat apa masih berharap,  terlena dan merasa rindu?

Diumur yang katanya sudah mature ini seharusnya banyak target yang sudah tercapai, tapi aku masih begini-begini saja payah yah? Semoga bisa lebih baik sepertinya. kita gak pernah tau takdir apa yg akan terjadi dikehidupan mendatang,  jadi berusaha,  berjuang, dan berdoa itu adalah cara yang paling baik untuk bersyukur karena masih diberikan umur panjang.  Keep fighting Nda! 

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Kerjasama atau dikerjai?

Pernah nggak sih kalian merasa dikerjain dengan modus mengajak kerjasama,  contoh kecilnya waktu kuliah.  Kalau sekelompok sama laki-laki,  selalu saja mereka tidak bisa diandalkan meskipun cuma beberapa tapi kebanyakan dikelas ku begitu,  tipe laki-laki yang entahh mau jadi apa di masa depannya wkwk. Di tugasi ini itu mau-mau saja,  tapi h-1 atau terkadang di hari H nya,  dengan muka yang minta ditampol dia nanya "eh,  bagian gue yg ini? yah gue belum ngerjain" oke BHAY buat lelaki yang macam gini. Aku fikir nggak akan lagi menemukan orang kaya gitu setelah lulus kuliah,  ternyata di dunia ini masih banyak orang yang minim akan rasa tanggung jawab dan lebih suka mengandalkan orang lain,  padahal sikap seperti itu sangat fatal dan merugikan. Sudah jalan 2 Bulan aku menjadi bagian bahasa,  program kami pastinya adalah membuat para santri percaya diri untuk berbicara dan menyukai bahasa arab dan inggris.  Diawal semester kami bekerja...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...