BAGAIMANA TAK MARAH...ITU DULU...BISAKAH TIDAK MEMBAHASNYA LAGI...ITU DULU....BISAKAH TAK MENYEBUTKAN NAMANYA LAGI...ITU DULU...CUKUP SUDAH KU BERI TAHU....BISAKAH TIDAK MEMBERI TAHU YANG LAIN...INGAT...ITU DULU...AKU TAU MENGAPA MEREKA TAHU....KARENA KAMU YANG MEMBERI TAHUNYA...SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG....ITU DULU...TEMAN? APA ITU YANG NAMANYA TEMAN?...PUAS?? DAN SEMUNYA SUDAH TERHAPUS....ITU DULU...DULU...DULU....SUDAH AMAT LAMA....
Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

Comments
Post a Comment