BAGAIMANA TAK MARAH...ITU DULU...BISAKAH TIDAK MEMBAHASNYA LAGI...ITU DULU....BISAKAH TAK MENYEBUTKAN NAMANYA LAGI...ITU DULU...CUKUP SUDAH KU BERI TAHU....BISAKAH TIDAK MEMBERI TAHU YANG LAIN...INGAT...ITU DULU...AKU TAU MENGAPA MEREKA TAHU....KARENA KAMU YANG MEMBERI TAHUNYA...SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG....ITU DULU...TEMAN? APA ITU YANG NAMANYA TEMAN?...PUAS?? DAN SEMUNYA SUDAH TERHAPUS....ITU DULU...DULU...DULU....SUDAH AMAT LAMA....
pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...

Comments
Post a Comment