BAGAIMANA TAK MARAH...ITU DULU...BISAKAH TIDAK MEMBAHASNYA LAGI...ITU DULU....BISAKAH TAK MENYEBUTKAN NAMANYA LAGI...ITU DULU...CUKUP SUDAH KU BERI TAHU....BISAKAH TIDAK MEMBERI TAHU YANG LAIN...INGAT...ITU DULU...AKU TAU MENGAPA MEREKA TAHU....KARENA KAMU YANG MEMBERI TAHUNYA...SUDAH BERAPA KALI AKU BILANG....ITU DULU...TEMAN? APA ITU YANG NAMANYA TEMAN?...PUAS?? DAN SEMUNYA SUDAH TERHAPUS....ITU DULU...DULU...DULU....SUDAH AMAT LAMA....
Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul, tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua, udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu, seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah, ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Comments
Post a Comment