Skip to main content

Main Event Kompas Muda 5th Anniversary (H-59 - H-55)

harus tetep nulis. "sesibuk apapun, saya harus menulis" kata-kata siapa ya? pokoknya aku termotivasi banget sama kat-kata ini. well...4 hari lamanya aku ikutan acara kompas muda di desa wisata TMII. semua mudaers dari 9 kota ngumpul untuk saling berbagi pengalaman.yah walaupun aku sama sekali gak ngerti bahasa mereka, ataupun ngikik gak jelas denger logat lucu waktu kita ngobrol-ngobrol, pokoknya 4 hari itu semua orang modus banget dah...siapapun di deketin buat kenalan hehehe.tapi di sana sempet galau soalnya hari senin udah UAM , beginilah konsekuensinya jadi volunteer di kelas 12.
dan di MAin Event Kompas MUda yang ke 5, designer dari UQi dikasih kesempatan buat mendesign baju-baju untuk Fashion show di malam puncaknya. tau gak bahan bajunya dari apa? yupss...dari bahan recycle sesuai dengan tema muda tahun ini Investo (investasikan energimu untuk bumi). bangga deh nama Ummul Quro terpampang di iklan ini, yah walaupun ada kesalahan dalam pengetikan nama


dan di akhir acara kita foto-foto bareng, banyak banget pengalaman yang di dapet, kayak cara menanam pohon, kepercetakan, ke ruang redaksi, perpustakaan komaps. pkoknya seru banget dah.....nyampe pondok malem senin, kata temen-temen aku jadi buluk. item hiks....udah item tambah item aja (korban jadi pager betis di MAin Event nih :( *)tapi gak apa, yang penting nonton Souljah, tangga deelel dah.... >_< dan seperti biasa dapet voucher nonton (hayo...siapa yang mau ikut nonton ??^^)dan yang paling seneng dapet voucher gramedia hihihi...thanks MUDA **. skip dulu nih mau ada pemberitahuan...KOMPAS itu bukan Komandan PAstur, KOMPAS itu ternyata nama dari presiden pertama kita Ir.Soekarno, yang artinya penunjuk arah.jadi selama ini, buat kamu yang ngerasa berasumsi seperti itu, itu salah besar ya...^^.

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...