Skip to main content

gadis mana yang suka diperolok demikian?

kalau mau dipungkiri, terlalu sulit. kalau mau ditegarin, memang kodratnya lemah.kalau mau diabaikan memang sudah perasa. kalau kamu cewek, terus ada seorang cowok yang berkata seperti ini"lu tuh bawel, bacot lu ada dari sini sampe tangerang, yang kalem keq, gak laku-laku lu!!!"JGERRR....JEGGGERRR/////
langsung tepat kesasaran hati yang paling dalam. lalu aku diam, mau nangis? gak mungkin. yang ada aku marah-marah gak kecontrol. lalu aku berfikir, ketika seseorang mengomentari sikap kita, berarti ada yang salah sama diri kita.
tapi kata-katanya terngiang mulu "gak laku-laku lu!!" GADIS MANA YANG SUKA DIPEROLOK DEMIKIAN??/. dari sisi psikologis ajaemang gak bisa dipungkiri kalau cewek tuh perasa dan lebih lemah dari kaum adam (susuah banget buat ngakuinnya (--")) TAPI GUE BUKAN CEWEK YANG MAU MEMPERLIHATKAN SISI KELEMAHANNYA!!! gue didepan cowok gak penting itu bisa biasa-biasa aja dan sok tegar
ASAL LU TAU "BEHIND THE GREAT MAN THERE IS THE GREATEST WOMAN"
aku tau penyampaian aku emang salah dan kasar, aku juga tau kalau aku tuh bawel, tanpa lu ngomong gue gak laku juga emang kenyataannya gue gak laku (sedih...tapi gak banget!!!!) (koq jadi kasar gini (--*))
dan harus selalu kau tau "LAKI-LAKI TIDAK SEHARUSNYA MARAH SEPERTI ITU. LAKI-LAKI YANG BAIKTIDAK PERNAH MENERIAKI WANITA, APALAGI MEMBUATNYA SEDIH DAN TERSAKITI!!!!"
dan semua hal yang menghambat harus disingkirkan, walaupun kenyataannya kata-kata itu ngebuat aku ngerasa pengen punya pacar. buat buktiin ke dia. kalau aku, sejelek apapun masih punya CINTA.Tuhan ....betapa jeleknya niat ini???
well...jangan berlarut-larut dalam kesedihan dan rubah sikapmu. KALEM.....KALEM NDAAA!!!!
REMEMBER!!!
YOU ARE GOING TO BE YELLOW JACKET....^^

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...