Skip to main content

Posts

Dewasa atau tidak?

"Dewasa dong nda" kalimat ini sudah berapa kali aku dengar dari orang yang berbeda-beda. Entahlah berapa banyak mulut yang mengucapkannya. Mereka benar, aku sering sekali merasa belum dewasa. Seperti kebiasaan foto-foto selfi dan narsis yang sampai sekarang sulit rasanya untuk dipisahkan, atau suaraku yang cempreng, teriakan ku yang diprotes, cara bicaraku yang "agak" keanak-anakan. Tapi apa iya dewasa itu hanya dari hal-hal tersebut?? Beberapa hari ini aku mengambil kesimpulan, seorang pendiam dan tidak banyak omong biasanya akan sangat mudah untuk dianggap dewasa oleh orang sekitarnya. Padahal menurut ku dewasa itu terbagi menjadi dua haha... yang pertama dewasa perilaku dan kedua dewasa pemikiran. Seseorang yang pantas dianggap dewasa adalah yang bisa menyeimbangi keduanya, haha sebenarnya ini hanya presepsiku. Karna aku menemukan seseorang dengan pemikiran yang jauh lebih dewasa dari perilakunya. Kali ini aku merasa dewasa itu penting sekali!! Aku seorang g...

Kopi dengan berbagai versi

Kemarin aku bbman sama rinrin, membahas masalah kopi. Entah kenapa setiap kali bbman dengan onye satu ini bahasa kita berubah menjadi sok sastra tapi belepotan. Anak kosan yang suka makan mie, anak ekonomi syariah yang anak muda banget ini  membahas kopi versi asmara. ahh... dasar anak muda!! :D "Kopi yg pait bisa ditambahkan gula tergantung bagaimana kita meraciknya, kadang kopi lain yg kita anggap manis tidak selamanya nimat" Tapi aku nggak setuju kalo kopi pahit ini adalah asmara, lalu diracik. Asmara itu bukan kopi pahit, asmara itu kopi dengan gula, dimana ketika kamu terburu-terburu dan tidak rata mengaduknya terkadang ia akan terasa sedikit pahit. Kalo hanya pahit saja, itu bukan asmara namanya. Suatu hubungan yang tidak sehat, untuk apa dipertahankan? Suatu hubungan yang tidak sehat itu jangan dipelihara!! Sekalipun tak selamanya asmara itu manis, setidaknya ia tidak seperti kopi pahit yang melekat lama. Perlu berapa tegukan lagi hingga kau menemukan rasa manis itu?...

Insomnia, Rindu

Kala membenarkan posisi tidurnya, badannya dibiarkan terlentang. Seperti biasa matanya menatap lampu kamar yang tidak dimatikan, itu salah satu cara agar ia bisa terlelap. Ternyata percuma. Posisi tubuhnya sekarang menghadap guling di tangan kanannya, ia memeluk guling itu erat, matanya di pejamkan kuat-kuat. Lima menit kemudian, tubuhnya dibanting ke arah berbeda. Tangan kanannya meraih hape. Seidikit ragu, namun ia tetap mengambil hapenya yang berwarna putih. Dibukanya pesan yang sudah dibaca, matanya memerhatikan setiap kata di layar hapenya. "Udah malem tidur ya, nanti kamu sakit" kalimat itu tidak mungkin berubah walaupun dibaca berulang kali olehnya. Ia melihat bagian atas layar hp nya 23.46 lalu menghela nafas. Jari-jari tangannya tak bisa diam membuka setiap pesan dari seseorang, scroll up-scroll down. Sesekali ia tersenyum membaca beberapa pesan dan mengulanginya lagi. Kala sudah tidak punya cara untuk membuat matanya terlelap. Sms terakhir itu seperti harga mati ya...

My besties

tapi untuk kali ini aku nggak setuju sama pendapat bang tere, soalnya aku kalo mau ketemu midah, maya, nyu2n, sakinah harus tampil maksimal. pasti ada acara ngambek karna salah satunya ada yang telat dateng dan merajuk karna waktu yg minim padahal kita masih pingin temu kangennya. right??

Keresahan seorang ibu

Siang itu aku sedang berjibaku di kantor. Udara yang panas membuat tenggorokan manja ingin diberi air, ah seperti anak kecil saja. Padahal Ini baru hari ke 10 di bulan ramadhan. Belum lagi anak-anak mengantri ingin membayar zakat. Lengkap sudah siang yang panas ini. Ku lihat jam hitam kecil yang melingkar di tangan kananku, jarum pendeknya mendekati angka 3. Nafasku melega, sebentar lagi ashar. Anak-anak yang membayar zakat mulai berkurang satu-persatu. Aku sedikit menggeser posisi duduk dan merenggangkan tangan, ngulet memang hal yang paling indah ketika lelah. Baru saja kukejapkan mata sebentar, ada seorang ibu dengan perawakan besar dan wajah yang lebar. Ia tersenyum tanpa segan dan menjulurkan tangan, aku menyalami telapak tangannya yang kasar, kurasa ia pekerja keras. ibu dengan logat khas medan ini memulai perbincangan, ternyata ia salah satu orang tua dari anak didik ku. Awal perbincangan suaranya masih menggelegar, menanyakan perihal kelakuan anaknya di kelas. Lambat laut nad...

untuk mu, ku berikan 2 pilihan.

"untuk apa ada kenangan manis di masa muda, memangnya kamu mau menceritakannya ke anak-anakmu nanti” katanya di ujung telepon. Aku tau kau cemburu, nada suara mu meyakinkanku.   Ah... kamu lucu, akui saja kau cemburu! cemburu karna seseorang memberikan ku hadiah yang manis. Kau salah tuan, tidak semua kenangan itu berupa barang. Sebuah moment pun bisa menjadi kenangan yang begitu melekat di memorimu. Bahkan hari ini aku masih ingat. tangan mu yang bergetar ketika meminjamkan buku, tatapan salah tingkah mu ketika berbicara. Garis-garis wajahmu pun sangat ku hapal. Alismu yang tebal melengkuk dengan rapih dan membentuk ke arah hidung mancung mu, Keduanya tidak bertemu tapi sangat serasi untuk membuatmu terlihat tegas. di sekeliling kelopak matamu yang cekung ada garis hitam samar, kurasa mulai sekarang kau harus merubah kebiasaan tidur larutmu itu. Bulu matamu lebat dan panjang, aku menyukai bulu matamu yang lentik, itu terlihat cantik ^^.   Disekeliling pipimu ada beberapa ...

happy b'day

i am so sorry mrs. since 2 years ago.. i have nothing to do for my promise but, i am sure!! i'll make it happen :') (-.-)9 SANAH HELWAH \(^o^)/ Usth. Nuril thanks for ur motivate