Skip to main content

Push Your Self

Akhir-akhir ini aku sedang malas sekali rasanya.  But alhamdulillah,  i have done all my task meskipun sambil leyeh-leyeh karna malas banget.  Only u can push ur self,  kalimat ini yang bikin aku tetap mengerjakan tugas meskipun dengan perasaan yang malaaassssss banget.  Pernah gak di posisi keq gini? Nggak enak banget ya,  rasanya pengin nangis karena males banget tapi banyak tugas hahah. 

Postingan ini hanya untuk mengingatkan,  bahwa i can through this moment. Jadi suatu hari kalo lagi diposisi malas (lagi) masih tetap bisa menyelesaikan tugas wkwk. Well guys,  nggak ada orang yang nggak merasa capek, yang ada hanyalah orang-orang yang nggak mengeluh capek.  Bahkan orang yang nggak bekerja sekalipun pasti dia juga capek,  capek mikirin masalah hidup misalnya.  Intinya jangan mengeluh,  karena keluhan nggak bikin tugas-tugas/masalah itu selesai dan capek kamu hilang. Ya nggak sih?  Haha yang ada malah bikin kamu stress out so much karena kerjaan makin numpuk.

Bismillah, kerjakan meskipun sambil main hp dan baca tweet2 receh di twitter wkwk.  Tugas ya tugas,  disegerakan atau dinanti-nanti pun akhirnya harus diselesaikan juga.  Bukan begitu? Oia satu lagi,  jangan pernah berharap untuk dapat semangat dari siapapun because ONLY U CAN PUSH UR SELF!!!  balik lagi ke kalimat ini,  don't depend on others. Sebagaimana pun orang memotivasi tapi yang bisa memulai hanyalah kamu,  iya kamu yang sekarang masih leyeh-leyeh aja di atas kasur sambil main hp hahah (ngomong sama diri sendiri)

Semangattt terus ya Nda, apapun yang kamu tanam itulah yang nantinya akan kamu tuai. Happy terus yaaa...

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

Pra Nikah

I don't know how to describe what i feel since i know that i am getting married next two weeks wkwkw. yg jelas sedih dan bahagia itu satu paket. Sedih karena harus meninggalkan pondok. Kebayang nggak sih hidup di pondok dari lulus SD-S1, dari umur 13 tahun sampai kepala dua, dari masih polos bgt,  lalu puber, sampai pada dewasa ini. ya sekitar 12 tahun lamanya aku tinggal di pondok dengan lingkungan yang amat sangat nyaman. Lebih dari itu, pondok udah kasih aku banyak pembelajaran tentang kehidupan, sedih akutuuu haha. Selain hal diatas,  ada hal yang sekiranya bikin kamu (yg mau menikah) lebih sensitif dari biasanya.  I m not that kind of sentimental and tearful girl,  aku bukan tipe yg mudah terharu dan menitikan air mata untuk suatu hal. Bahkan kayanya jarang banget nangis haha.  Tapi since the day, semuanya berasa kayak lagi ngiris bawang,  bikin mata panas dan gak bisa nahan buat gak nangis. Contohnya, ketika menghadiri acara pernikahan teman...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...