Skip to main content

Postingan kedua untuk 3 B

Aku baru sekali bikin postingan tentang anak-anak didik ku tahun ini,  ya nggak sih?  Kalo aku cek di blog sih iya haha.  Btw,  mereka itu anak yang kompak dan kocak.  Kalo yang tahun lalu mereka anak-anak yang senang "berlomba" dalam hal kebaikan kayak rebutan hapalan atau jawab soal ke depan misalnya. 

Nah kalau anak tahun ini gak gitu,  mereka fine-fine aja dan nggak saling berlomba untuk hal begituan,  mereka cenderung malu-malu dan yang maju itu-itu saja haha. Tapi mereka kompak untuk bikin semacam yel-yel di kelas biar belajarnya semangat lagi. Memang beda ya karakter anak-anak.  Tapi ada hal yang aku temukan berbeda tahun ini dari tahun-tahun sebelumnya.  Mereka jarang banget CURHAT haha aku sampai berfikir kalau mereka itu anak-anak yang cuek dan sedikit masalahnya.

Tadi di kelas,  aku sampaikan keheranan aku itu tentang mereka yang gak pernah curhat.  Diawal semester beberapa anak sempat curhat masalah broken home itupun karena memang tiap awal semester dan pengenalan aku pasti nanya background keluarganya,  gunanya buat memaklumi kalau suatu hari mereka terlalu "aktif" mungkin salah satunya karna background keluarga yang kurang harmonis, biasanya kasusnya begitu. Jadi aku bisa kasih perhatian dan pengertian lebih ke si anaknya dan bisa meminimalisir rasa jengkel juga kadang karena tau keadaan dia yang sebenarnya.

Lalu respon mereka  setelah ditanya adalah gaduh haha,  ternyata mereka sering curhat di buku haha. salah stu faktor mereka jarang ke kamar ku buat curhat atau di kelas waktu aku control belajar malam adalah tahun lalu mereka dapat walikelas yang nggak mukim di pondok dan jarang interaksi. Jadi,  mereka terbiasa mandiri haha.  Aku jdi merasa bersalah karena baru menyadari hal itu di awal semester dua ini, tapi belum terlambat kan? 

Aku kangen aja dicurhatin,  meskipun bukan pendengar yang baik tapi dari curhat seseorang aku jadi punya cerita dan bahan buat nulis. Eh tapi bukan berarti aku sebarin cerita mereka ya,  cuma mengambil pelajarannya aja.  Nggak cuma itu sih, dengan curhat juga bisa menjalin silaturahmi yang baik atau kedekatan antara walikelas dengan anak-anak didiknya. Anak2 tahun lalu sering banget curhat habis ashar,  tentang nilai lah,  keluarga,  keinginan dan bahkan datang aja gitu ke kamar buat sekedar ngobrol yang remeh temeh.  Alhasil sampai sekarang anak-anak yang dulu masih keep n touch banget sama aku.  Kalau mereka lihat aku meskipun jaraknya gak terlalu dekat pasti aja nyamperin aku dengan senyum yang merekah. Aku senang banget lihatnya. Beberapa orang masih ada yang suka ke kamar juga buat cerita,  tapi jarang karena mereka udah mulai sibuk eskul.

Tadi di kelas anak-anak kelihatan excited banget pas aku tanya begitu,  muka-muka mau curhatnya mulai kelihatan haha.  Ada yang nanya gimana ngawalinnya lah,  langsung datang ke kamar kah?  Janjian kah?  Haha aku mau ketawa dengernya. Well semoga setelah hari ini mereka bisa terbuka ya sama aku dan semoga aja setelah curhat perasaan mereka juga bisa lega dan bebannya sedikit berkurang.

Comments

Popular posts from this blog

Minggu, 23 September

Sedikit cerita tentang hari dimana bibirku terus membentuk simpul,  tersenyum sumringah. Sebelumnya, udo hanya bilang akan silaturahmi ke rumah dengan keluarganya. Kebetulan ia sudah tidak ditugaskan di Makassar dan sedang ada diklat di Bogor selama 3 minggu. Di pertengahan diklat, di minggu kedua,  udo dan keluarganya menyempatkan diri datang ke rumah ku (di Tangerang). Udo memang lah laki-laki yang sangat sigap. Aku tidak mempersiapkan banyak hal untuk hari itu,  seperti pakaian pada umumnya yang selalu menjadi perhatian gadis seumuranku ketika akan datang seorang laki-laki ke rumah dengan keluarganya. Aku hanya memilih baju yang sudah lama sekali tidak pernah aku pakai dan mencocokannya dengan kerudung yang ada, lalu ku poleskan sedikit pelembab dan bedak di wajah,  ku pikir ini hanya acara "silaturahmi keluarga". Kalau saja aku tahu hari itu adalah hari yang sangat sakral bagiku, akan ku kenakan pakaian terbaikkkk (melinda memang dodol -_-) Ternyata Alla...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...

posisi bayi melintang, plasenta previa, terlilit tali pusat, tapi bisa lahiran normal?

Bismillah, kita mulai aja ya ceritanya, mumpung baby Nala sedang tidur nih hihi. Sebelumnya, apa kabar para pengantin baru, bumil atau siapapun yg baca postingan ini. Sebenarnya ini lebih ke sharing pengalaman sebagai pengantin baru yg kemudian hamil dan melahirkan. Btw, buat kamu yg pengantin baru dan belum dpt momongan jangan khawatir dan terburu-buru pingin cepet punya momongan ya, jrk normal nikah ke hamil itu maksimalnya 1 thn koq, kalo lebih dari itu tpi blm hamil jg baru cek ke dokter ya. jadi inget dlu tiap tgl mens deg2an karna takut haid wkwk, maklum dlu rasanya mau cepet2 aja. apalagi liat temen2 yg nikahnya gak jauh beda sama kita dan lgsg dikasih "titipan" olehNya, dan tiap tahu kalo haid lgsg agak kecewa gitu rasanya, ada yg gini juga ga? Toss kita sama hihihi. Tapi ternyata ketika sudah hamil, hal itu tidak semudah pertanyaan "kapan?" dari orang-orang sekitar, pokoknya selagi belum "dititipkan" nikmatin pacaran berdua dulu sama suami ya...