Skip to main content

Turn back to Allah

Apa yang terjadi kemarin atau beberapa tahun kemarin,  mungkin disebut fase pendewasaan kali ya.  Aku nggak sabar gimana kalo aku udah selesai S1, terus nggak lanjut di bogor lagi,  belajar dimana gitu atau udah S2, udah umur 25 tahun deh, apa udah ngelewatin semua fase yang njelimet ini?  Apa akan ada fase yang lebih njelemit lagi,  greget lagi? 

Ooo Tuhan hambamu ini kecil sekali. Sanggup kah saya?  Mampu kah?  Yah mampulah,  kamu punya Allah. Get up!  And turn back to Allah.  Begitu bukan?   lagi down atau lagi di higher position we ve to turn back to Allah.  Bedanya kalo lagi down turn back to Allah dengan mendirikan sholat hajat/ istikhoroh, minta petunjuk,  banyaklah yah cara ibadah yang bikin kita nggak give up sama segala macem masalah di hidup ini dan turn back to Allah while in higher position yahh dengan sujud syukur,  udah sampe sini tuh berkat Nya karena khendakNya,  ini nih yang mesti diinget karna banyak yang lupa lalu besar kepala,  naudzubillah.

Syalalala udah mau posting gitu aja,  lagi nyemangatin diri.  Semoga kamu yang baca juga semangat!!!

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...