Skip to main content

JUALAN VS NULIS?

Banyak yang bilang, ngapain sih jualan online nda? nulis aja. Passion nya dmn? Satu-satu, fokuslah! emg gak repot, kan weekday full ngajar, weekendnya kuliah? Dan banyak lagi komentar-komentar lainnya, wah banyak bgt yah yang peduli dengan saya hihi

saya akui saya ini sudah jarang menulis. Bahkan jarang membaca karena satu hal dan lainnya Haha alesan bgt ya? Well nulis itu butuh berfikir, sedangkan pikiran saya akhir-akhir ini sedang kacau. Saya tidak mau menuliskan sesuatu dengan emosi atau dalam keadaan yang tidak baik. <-- whaha alasannya bagus bgt ini hihi.

Sebenarnya melinda ini sedang dirundung kemalasan makanya dari tadi  berasalan terus. Saya sengaja jualan, biar capek, biar tambah sibuk, biar punya cerita, biar punya kenangan. Saya gak mau stuck aja di cita-cita menulis itu, sedangkan saya sedang mogok menulis. Saya sudah bingung bagaimana memompa  diri untuk bisa semangat menulis lagi. Maka dari  itu saya mencoba hal baru yang sama sekali tidak ada di list target ataupun  keinginan saya, yaitu jualan online. Saya ingin mengerjakan hal yg bisa dikerjakan dulu, apapun itu, apapun ide yg tiba-tiba muncul di kepala saya, meskipun itu jauh dari passion saya. Tapi saya akan tetap menulis, aminnn.

Dari jualan saya punya banyak cerita, meskipun baru berlangsung selama dua minggu. Tunggu ceritanya yah di postingan selanjutnya bagaimana keseruan saya jualan yg mendadak dan iseng ini. yang nekat mesen banyak lebel dan amplop packing, padahal baru ngejual 8 kerudung wkwk. Sebenernya itu sengaja, Karna semangat saya sering bgt naik turun jadi harus memaksakan biar bisa semangat jualannya. Kan sayang udah beli label dan amplop packing kalo tiba-tiba berhenti di tengah jalan.

Semoga dengan jualan saya bisa terinspirasi dari banyak hal dan kemudian kembali menulis, doakan saja ya teman-teman semoga bisa istiqomah :)

Oia jangan lupa, cek ig crinums ya haha

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...