Skip to main content

Aku baik-baik saja

Akhir-akhir ini aku sibuk. meskipun begitu, aku tidak lupa 2 hari yang lalu kau mengirimiku kata-kata kasar .
Jujur aku bingung setelah membaca pesan 3 baris, yang isinya hanya 3 kalimat itu, ah kau menyusunnya sembarangan. aku masih ingat sekali bagaimana emosionalnya kata-katamu. bahkan bagaimana perasaan ku waktu itu, malu, marah, sedih dan kecewa.
Tapi harus kau tau, dalam 2 hari ini tak sedikitpun aku membenci mu. Tau kah kau? Setiap kali aku marah, aku akan membaca ulang tulisan ku tentang mu, aku merasa lebih baik setelahnya. Karena aku mengingat semua kebaikan yang ada pada dirimu.
Pesan singkat yang ku anggap khilafmu sudah ku maafkan, bahkan sebelum kau mengutarakan permintaan maaf mu itu. Karna aku yakin suatu hari nanti kau akan menyesalinya, hmmm barangkali besok? Jadi jangan khawatir dan cemas karna aku baik-baik saja.
Oia, jangan pula diambil pusing, santai saja. Aku tidak suka jika kau bilang sedang banyak pikiran, bukan kah itu keluhan yang kau utarakan sebelum masuknya pesan kasar itu? Sudahlah aku baik-baik saja.

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...