Skip to main content

Belajar dari Seekor Kucing




Ketika pengajian bersama KH. Makmur Jawawi minggu lalu, ada cerita yang membuat bibir ini mengucap Masya Allah berulang Kali. Aku coba share ya

Dalam kisah sahabat nabi yang bernama Abdullah bin Amin, beliau terkenal dengan julukan Abu huraira karena kecintaannya terhadap kucing. Salah satu buktinya adalah ketika selesai berdoa di dalam masjid, tanpa disadari seekor kucing tidur di atas jubah panjangnya, ia tidak mengusir dan membuat bangun si kucing, dengan perlahan diambilnya benda disekitarnya yg bisa menggunting sekeliling jubah yg ditiduri oleh kucing. Akhirnya ia pulang dengan pakaian yang terlihat setengah robek. Masya Allah

Dari kisah diatas kita bisa menyimpulkan bahwa kucing adalah salah satu hewan yang dimuliakan dalam Islam, mengapa demikian? Dalam kehidupan sehari2 kita bisa belajar dari kucing, hewan yg satu ini tidak pernah jera untuk meminta, meskipun sudah diusir sampai berulang kali, dia akan tetap kembali bukan?? Haha sebenarnya karakter kucing yang keras kepala ini adalah tamparan buat kita, sebagai seorang hamba seharusnya kita malu jika meminta/berdoa lalu merasa lelah Karena belum juga dikabulkan. Sedangkan kucing saja tidak putus asa meminta, meskipun manusia tidak memberi malah mencaci. Beda redaksinya jika meminta kepada Allah.  

ادعو نى استجب لكم
"Berdoalah, maka akan aku perkenankan bagimu" (QS. Al-Mukmin: 60)

Betapa Allah maha pengasih lagi maha pemurah. Jangan pernah putus asa atas doa-doa yg selalu dipanjatkan. karena tanpa kita sadari banyak sekali nimat yang diberikan tanpa dipinta.

Comments

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...