Skip to main content

Bukan Kisah Cinta

untuk hal yang satu ini aku yang akan selalu menjadi tersangka. berapa kali orang-orang menegurku atas semua sikapku terhadap mu. sampai detik inipun aku masih tetap menjadi tersangka bahkan sampai kamu sudah lelah pun aku masih tetap menjadi tersangka atau mungkin sekalipun aku telah menyerah aku akan tetap menjadi tersangka.

aku tidak buta dan tuli atas semua perjuanganmu, atas semua hal yang membuat ku tersanjung, atas semua perlakuan yang berbeda, dari mu, hanya darimu. namun kamu tidak pernah mau tahu, kamu hanya memberikan semuanya dengan cuma-cuma semua pengorbanan mu sampai detik ini, tanpa tau mengapa aku bersikap seperti ini, bersikap dengan tuduhan-tuduhan yang membuat ku selalu menjadi tersangka. aku hanya ingin kamu melihat atau hanya sedikit menoleh, kertas-kertas cokelat itu menjadi sesuatu yang paling manis yang pernah aku dapatkan, ya itupun dari mu. tapi aku salah, kamu tidak pernah benar-benar melihatnya, kamu bahkan tidak memahaminya, tulisan-tulisan ku yang kamu rubah menjadi sebuah karya yang begitu berharga seakan hanya menjadi kenangan yang membuat ku sakit.

harusnya kamu paham, aku tidak ingin merasa nyaman, aku tidak ingin dielu-elukan, aku hanya ingin membiasakan diriku untuk diperlakukan biasa. karena aku akan begitu payah ketika semua perlakuan-perlakuan itu memudar. aku meminta mu untuk tidak pernah menanyakan kabarku, aku memintamu untuk tidak peduli, aku meminta mu untuk semua hal yang malah kamu lakukan, terus kau lakukan dan lakukan lagi sampai akhirnya semua ini terasa menusuk ku. aku yang salah, aku yang meminta maaf. aku yang menjadi tersangka dan aku layak merasakan sakit ini. sakit untuk merasa bersalah."i'll stand beside u" sepertinya lebih baik kau simpan kata itu dan terus berjalan, teruskan hal baik yang sudah melekat pada dirimu.

kalimat yang ku selipkan dalam percakapan di Novel ku sangat tepat untuk kasus kali ini.
"kamu hanya tinggal menunggu lelah dan melihat ku berbalik arah, kupastikan engkau akan berpaling. namun semua itu sudah ku siapkan, sudah kusiapkan begitu lama.  jauh sebelum aku tahu, siapa yang akan mencinta ku"


karena sejatinya, nggak akan ada yang bisa menunggu. nggak akan bertahan seseorang yang mendominasikan hatinya oleh selain Allah. biarkan pena tetap menorehkan tintanya diatas kertas, melanjutkan kisah klasik ini, karena Tuhan selalu mempunyai akhir kisah yang baik.

Comments

Popular posts from this blog

Perpus Undercover

Kali ini tentang anak-anak perpus yang ceria, ini bukan berlebihan. Tapi mereka memang anak-anak dengan stok senyuman yang tak akan pernah habis. Ya bagian perpus yang sekarang aku tangani mempunyai karakteristik yang berbeda-beda, setiap kali kumpul dengan lizard aku jadi ingat teman-teman slytherin. Dhiya yang cerewet persis madinah, vina yang rempong tapi punya pemikiran cemerlang seperti ka pencot, widad yang pendiam seperti eha, zami yang berlebihan seperti suci, irma yang tomboy seperti itong, kholil yang kalem enggak tau kyak siapa :D, PD yang lola tapi pinter dan si malu-malu kucing vamia. Aku merasa di dengar ketika berkumpul dengan mereka, sapaan polos mereka, teriakan aneh mereka, obrolan yang panjang terasa sebentar. mereka menanyakan apapun, mereka sangat aktif berbincang, namun kadang seperti anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng. Mereka memang tidak bisa di bilang anak yang rajin. Walaupun harus disuruh, namun mereka adalah anak-anak yang patuh. Setiap kump...

It's okay

Postingan ini ditulis karena melihat kumpulan yang mungkin sengaja tidak mengundang saya.  Guess why? Because i am not that kind of a "nice person" menurut mereka. i guess sih gitu, correct me if i am wrong hahaha.  But lemme tell you something guys. Sebagai penegak peraturan di pondok,  sebagai pembimbing dan sebagai guru,  It's okay kalo ada anak-anak yang bilang aku galak, cerewet, dan gak asik (banyak peraturan). Because i know exactly that i am highly tempered,  i know that i get annoyed easly ketika ngeliat anak-anak yang nggak mentaati peraturan apalagi kalo berulang kali dilakuinnya. Aku bukan tipe orang yang bisa cuek-cuek aja kalo lihat ada hal salah ataupun "gak beres" di depan mata. Aku bukan tipe orang yang "bodo amat" cuma karena capek negor anak yang salah. I am not that kind of person. Meski hal demikian jadi bumerang dan ngebuat anak-anak "nggak nyaman" sama aku,  it's okay.  I through that moment since pengabdian pert...

Face it like...? (^.^)9

pengalaman lagi, tapi pengalaman ini yang paling absurd, mungkin (--,"). mulai dari partner kerjanya dan acara-acaranya. untuk jadi pembimbing itu memang nggak mudah dan nggak susah juga. awalnya aku selalu berfikir akan ada pembatas ketika kita menjadi seorang pembimbing dengan anak-anak buahnya (bingung apa sebutan yang pantas untuk mereka :D). beberapa acara yang pernah aku tangani itu rasanya nggak enak banget terlalu jelas pembatas-pembatas itu yang malah membuat komunikasi kita kurang. tapi diacara ini kyak nggak ada batas-batasan antara aku dan anak-anak itu. berkecimpung di kepanitian ini benar-benar yang paling seru, walaupun ada beberapa masalah. mungkin ini adalah acara yang paling seru ke-2 setelah acara member show waktu aku masih kelas 5, haha udah lama banget. ada rateh dan viena yang rame banget, ada anak-anak perpus yang bawel, anak-anak art yang kreatif, dan anak-anak bagol yang konyol. "porseni milad" ini termasuk salah satu acara besar di pondok. ...