sebenernya bingung mau posting apa. tapi kangen banget sama ngeblogging hehhehehe (berlebihan ^*^). banyak hal yang harus diceritakan. tentang masa depan yang masih remang :(. UN udah selesai, rihlah didepan mata,kompas diabaikan sementara (sorry). kegagalan yang udah melanda. koq masih bingung ya...habis llus mau jadi apa? pilihan banyak, resolusi menumpuk, konsekuensi membingungkan.well jalanin aja yg ada di depan mata, yang terpenting berusaha jadi org baik :). terus penuhin buku dengan mimpa yang memang kemungkinan kecil bakal terwujud. Allah tau yg terbaik buat aku koq (jadi gak pernah merasa gagal, cuma belum di beri kesempatan aja koq. ok...buat temen-temen yg udah denger wish aku buat kuliah di UI, maaf ya...kayaknya aku berkesempatan kecil buat masuk universitas bergengsi itu (mengecewakan banget) atau kuliah dengan beasiswa (ternayata sulit) yang penting udah usaha. Allah pasti bakal ngasih terbaik....walaupun aku masih berberat hati untuk mendengar berita dari teman-teman.jalanin aja.....jadi yang terbaik walaupun nanti kamu bukan apa yang kamu fikirkan.
Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...
Comments
Post a Comment