Skip to main content

D’GROMIEST ( Dekor Group Manis)


D’GROMIEST ( Dekor Group Manis)
Aku gak pernah lepas dari yang namanya ngedekor dari pertama masuk sisni sampe sekarang dekor menjadi salah satu aktifitas yang menyenangkan dan menyusahkan hihih. Apapun acaranya, apapun bagiannya…pasti bakal lari lagi ngebantuin dekor.
Nah, Nama d’gromiest ini tercetus waktu kita kelas 3 di bulan Ramadhan ( cue,,,,,cuee,,) jadi d’gromiest tuh susah seneng , senengnya dikit- susahnya banyak (kata sape?) senengnya karna emang itu organisai buat orang-orang yang hobinya nyoret-nyoret n’ guntingin kertas, begadang sampe malem. Manggut-manggut di kelas paginya.
Susahnya klo udah ngambek,  Karna klo udah ngambek segenerasi repot. Kenapa? Lah nanya…yaiyalah secara siapa lagi yang bisa gambar-gambar dan bikin tulisan aneh kecuali d’gromiest hehehe….SOMBONG! coba aja klo ada acara dan anak dekor ngambek…siapa yang bakal tanggung jawab sama acara yang tanpa background dan hiasannya.
Anak d’gromiest juga suka kambuh malesnya, dan bodohnya nanti kita sendiri yang bakal kerepotan sampe subuh >_<’. Kadang kita juga kecapean sampe gak mandi, sedihnya kita Cuma berada di belakang panggung.  Tapi enaknya tersedia konsumsi penjanggal perut setiap  dinas heheh.
Nah aku masih inget d’gromiest udah mulai dari kelas satu, waktu itu marhalah 13 bikin madding namanya KARTAMA BY TIGER ( Karya kita ber sama by 13 generasi ahahhahahh…..masih polos bener tuh nama) hiasannya juga masih minim yah..kaya’ bunga-bunga dan balon seadanya….westttt tapi jangan di smain sama yang sekarang_ bedanya 100%.
D’gromiest juga berkembang dari level ngeguntingin kertas, nyablon, ngebrush, sampe ngecat background pun kelewat. Dari level madding, slogan, triplek kayu dll dah.
Inilah anak dekor dan karyanya



Dekor dengan cat







Masih banyak lagi contohnya.!!!!

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

04 Mei 2013

Jarum jam terus berputar. Bola mataku tak hentinya melirik kearah jam dinding dan hp yang kupegang. Aku menunggu sms dari mamah. Sebuah panggilan masuk dengan nama kontak “My Father”. Percakapan panjang di mulai. Lagi-lagi bapak menyinggung masalah beasiswa itu. “bapak udah bantu doa, kamu tinggal usaha ya nak” Bibir ku kelu, aku benar-benar mengabaikan beasiswa itu, bahkan belajarpun tidak. Aku sibuk mengetik dan mengetik. Pagi tadi aku menyampaikan keinginanku pada mamah dalam sebuah pesan singkat, yang setelah kubaca lagi, lebih terlihat seperti memaksa dari pada memohon :-(. Aku ingin membeli laptop atau notebook, tapi uangku belum mencukupi. Sedangkan aku sangat membutuhkannya bulan ini, setelah diberitahu ust falah bahwa dateline bukunya diusahakan akhir buan mei ini. maka aku menyampaikan hal itu pada mamah, awalnya mamah sedikit tidak setuju dengan permintaan ku yang mendadak itu, kata mamah lebih baik uangnya untuk daftar kuliah dulu. tapi aku keras kepala, aku meyakini ma...

SABAR

Bukan kah sabar adalah kata yang paling sering kau ucap? Tapi aku tidak mengerti "sabar" yang kau maksud di pesan terakhir itu. entah "sabar" untuk menunggu, atau "sabar" akan kenyataan yang ada, entahlah... Pastinya kau adalah orang yang paling handal dalam menegakan diri! Terimakasih karena telah datang, pergi, dan kembali. Seterusnya terserah kau saja... Karena aku tengah menyibukkan diri!

Melinda wanita Perkasa banget pake Zzzz (-.-)9 *pamer otot*

Random banget mau nulis apa, kebetulan bulan –bulan ini banyak kegiatan. Sekarang bukan lagi menjalani hari tapi berlari mengejar waktu yang terasa begitu cepat. Sudah mulai PSB lagi, mulai cari beasiwa dan kuliah, berkutat dengan tulisan.   April sukses membuatku menangis berulang kali. Mulai dari nyasar cari univ persada, sendirian di Jakarta timur dengan tas besar yang di tenteng, maklum baru pulang dari Palembang. Seharian itu hati serasa dikuasai sama setan, menggerutu tak karuan. Belum lagi beberapa berkas tertinggal di pesantren, lengkap sudah penderitaan ku. Sampai pondok dihadapi dengan masalah anak-anak, mulai mengejar pelajaran yang beberapa hari aku tinggalkan. Besoknya pergi ke UT, masih sama, tidak tau jalan. Rasanya mau berteriak dan menangis. Tapi aku selalu yakin dengan mengatakan   (Melinda wanita perkasa banget pake Zzz *sambil pamer otot) jadi jalan aja walau gak tau jalan, bertanya kesekitar pedagang atau tukang ojeg yang ada. Miris, seorang gadis menyusur...