Jlebbb *ngerasa Zzzrr... telepon genggam ku bergetar. sebuah pesan singkat masuk "mel, kalau menurut kamu mendingan punya pacar atau enggak?" sebuah pesan yang sedikit membuat kening ku berkerut, ternyata dari fadhilah. "kenapa? kamu mau putus sama ar?" lalu sebuah panggilan masuk, tentunya dari teman ku yang suka berbagi khayalan dan imajinasinya bersamaku. ia bercerita panjang lebar, tentang perasaannya, bagaimana dulu mereka sering berdebat yang akhirnya timbul rasa cinta, itu sangat merepotkan. setiap kata yang ia lontarkan menjadi tanda bahwa ia benar-benar sayang pada orang itu "aku baru ngerasain sayang banget sama orang, sumpah ini kayak difilm-film, lebay banget tau!!!" tawa kami pecah di sela-sela ceritanya lalu aku mulai berargument "dulu emang kita pernah ngomongin hal ini? yang ada difikiran kita tuh cuma acara dan acara, panggung dan panggung, dekorasi dan dekorasi, mana pernah kita mengobrolkan hal ini ? apakah ini tan...